BNI Rencanakan Buyback Saham Rp1,5 Triliun

EBuzz – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai hingga Rp1,5 triliun.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tekanan di pasar saham perbankan sepanjang 2025, yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik global.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan pada Kamis (29/1/2026), disebutkan bahwa Manajemen BNI menjelaskan bahwa dana buyback akan berasal dari arus kas bebas (free cash flow), khususnya dari saldo laba yang belum ditetapkan penggunaannya.

“BNI memastikan aksi korporasi ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan bank maupun pemenuhan kewajiban yang jatuh tempo,” tulis Manajemen BNI.

Manajemen BNI menilai harga saham saat ini belum mencerminkan kinerja fundamental perseroan yang sebenarnya. Padahal, kondisi permodalan BNI dinilai tetap kuat dan kualitas aset terjaga.

Namun, sentimen global seperti potensi perang tarif dan fluktuasi nilai tukar rupiah masih menekan pergerakan IHSG.

Baca juga: Prajogo Pangestu Tambah 4 Juta Saham CUAN

Melalui buyback, BNI berharap dapat meredam tekanan jual di pasar sekaligus memberikan sinyal optimisme kepada investor terhadap prospek kinerja perseroan ke depan.

Menunggu Persetujuan RUPST

Rencana buyback ini akan dimintakan persetujuan terlebih dahulu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 9 Maret 2026.

“Apabila disetujui, pelaksanaan buyback akan berlangsung selama 12 bulan hingga Maret 2027,” tutup Manajemen BNI.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini