BEI Tanggapi Jatuhnya IHSG Usai Pengumuman MSCI soal Free Float

EBuzz – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan penjelasan terkait penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Rabu (28/1/2026). Pelemahan pasar ini terjadi setelah MSCI mengumumkan hasil penilaian global terkait free float saham emiten Indonesia sehari sebelumnya.

Berdasarkan data RTI Business pada pukul 09.15 WIB, IHSG dibuka melemah ke level 8.393. Sepanjang perdagangan pagi, indeks sempat menyentuh level terendah di 8.349 dan tertinggi di 8.578. Sampai sesi I di hari ini, IHSG sudah turun 7,3 persen ke posisi 8.321.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah dan akan terus melakukan komunikasi dengan MSCI.

“Terkait pengumuman MSCI pagi ini, OJK, BEI, dan KSEI akan terus berdiskusi dengan MSCI,” kata Kautsar dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Indika Energy Bentuk Anak Usaha Baru PT BISA

Ia menjelaskan, sebelumnya BEI telah meningkatkan keterbukaan dengan mempublikasikan data free float melalui situs resmi BEI. Namun demikian, diskusi lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan tingkat transparansi data sesuai dengan proposal yang diajukan MSCI.

“Jika dinilai masih belum mencukupi, kami akan terus berdiskusi untuk mencapai kesepakatan terkait transparansi data,” ungkap dia..

Asal tahu saja, MSCI baru saja merilis hasil konsultasi global terkait penilaian free float saham Indonesia. Isu ini langsung menjadi perhatian pelaku pasar karena berpengaruh terhadap persepsi investor global.

Sebagian investor menyambut positif rencana penggunaan Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan KSEI sebagai referensi tambahan. Namun, mayoritas investor global masih menyimpan kekhawatiran terkait keandalan klasifikasi pemegang saham.

MSCI menilai data yang ada belum sepenuhnya mencerminkan struktur kepemilikan saham yang sebenarnya.

Selain itu, meskipun BEI telah melakukan sejumlah perbaikan minor, MSCI menilai isu utama terkait tingkat investasi (investability), transparansi kepemilikan, serta potensi transaksi terkoordinasi di pasar saham Indonesia masih menjadi perhatian.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini