EBuzz – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN menyiapkan sejumlah aksi korporasi strategis pada tahun 2026, termasuk rencana pendirian anak usaha di sektor asuransi umum dan pembiayaan (multifinance).
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan perseroan berencana mendirikan anak usaha asuransi umum dengan kebutuhan modal sekitar Rp250 miliar, yang ditargetkan terealisasi pada semester II 2026.
Selain itu, BTN juga akan membentuk anak usaha multifinance dengan nilai investasi sekitar Rp3–5 triliun, yang ditargetkan rampung pada semester II 2026.
“BTN juga mengusulkan penambahan modal inti (capital) di perusahaan asuransi serta pendirian anak usaha pembiayaan syariah sebagai bagian dari penguatan ekosistem bisnis,” kata dia di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Baca juga: CBDK Tambah Modal Rp250 Miliar ke Anak Usaha untuk Pengembangan Fasilitas MICE
Terbitkan Virtual Capital dan Obligasi
Untuk memperkuat struktur permodalan, BTN merencanakan penerbitan virtual capital senilai Rp2 triliun pada semester II 2026. Nixon berharap instrumen tersebut dapat diserap oleh Danantara.
Selain itu, BTN juga akan menerbitkan obligasi (bonds) atau wholesale funding senilai Rp4 triliun, yang akan dilakukan secara bertahap mulai semester I hingga semester II 2026.
Dari sisi kinerja keuangan, BTN menargetkan pertumbuhan laba bersih pada kisaran 20–22 persen di tahun 2026. Sementara itu, penyaluran kredit ditargetkan tumbuh 8–9 persen secara tahunan (yoy), dengan rasio kredit bermasalah (NPL) dijaga di bawah 3 persen.
Untuk pendanaan, BTN menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7–8 persen, dengan cost of fund berada di level 3,6 persen serta beban kredit di kisaran 1–1,2 persen.
Nixon menegaskan bahwa target pertumbuhan laba yang agresif tersebut didukung oleh membaiknya kualitas kredit, seiring dengan selesainya permasalahan kredit lama, sehingga kondisi keuangan perseroan dinilai semakin solid.

