Emiten Kesehatan MMIX Dorong Bisnis Baby Care Jadi Mesin Cuan di 2026

EBuzz – Memasuki tahun 2026, emiten kesehatan PT Multi Medika Internasional Tbk menetapkan segmen baby care sebagai growth engine utama, disertai diversifikasi produk secara selektif di kategori personal care dan adult care. Hal tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pasar FMCG Indonesia sebesar 6–9% YoY pada 2026.

Direktur Utama MMIX Mengky Mangarek menjelaskan bahwa, perusahaan menargetkan pertumbuhan yang terkontrol dan berkualitas, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pasar FMCG Indonesia sebesar 6–9% YoY pada 2026.

“Segmen Baby & Child Care diperkirakan tumbuh 8–11% YoY menjadi USD 1,8 miliar, sementara Personal Care & Beauty diproyeksikan meningkat 9–12% YoY menjadi USD 2,5 miliar,” ucap Mengky dalam keterangan tertulisnya. (26/1).

Menurut Mengky, kontribusi segmen Mom & Baby diperkirakan tetap dominan sekitar 40–50% dari total pendapatan MMIX pada 2026, didukung peningkatan produktivitas pabrik popok bayi dan dewasa.

“Untuk lini tisu basah dan produk hygiene diproyeksikan menyumbang 15–20% terhadap pendapatan 2026, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk kebersihan dan kebutuhan harian,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, dalam jangka menengah hingga panjang, perseroan menargetkan transformasi menjadi perusahaan FMCG berbasis manufaktur dan brand, dengan pertumbuhan pendapatan 10–15% per tahun pada periode 2026–2030. Struktur pendapatan diarahkan semakin seimbang antara segmen mom & baby, hygiene, dan beauty care, dengan fokus pada diferensiasi produk, efisiensi manufaktur lokal, serta penguatan profitabilitas dan arus kas.

“Perbedaan utama antara house brand dan private label terletak pada tingkat kontrol serta arah strategis pengembangan produk. Pada house brand, perusahaan memiliki kendali penuh atas inovasi, kualitas, positioning, hingga pengelolaan brand jangka panjang, sementara private label berfokus pada pemenuhan kebutuhan mitra ritel,” sambung Mengky.

Kinerja MMIX 2025

Sebagai informasi, MMIX berhasil membalikkan posisi rugi menjadi laba sebesar Rp2,1 miliar pada kuartal III-2025. Pencapaian tersebut didorong oleh efisiensi biaya produksi, logistik, dan operasional secara menyeluruh, perbaikan bauran produk, pengelolaan persediaan yang lebih disiplin.

Sedangkan dari sisi pendapatan, MMIX mencatat pertumbuhan top line sebesar 85% secara tahunan (YoY) pada kuartal III-2025 menjadi Rp137,9 miliar. Segmen baby care, khususnya produk popok bayi, menjadi kontributor utama pertumbuhan, sementara segmen personal care turut menopang kinerja melalui peningkatan permintaan pasar dan optimalisasi strategi distribusi.

Manajemen MMIX menegaskan komitmen menjaga momentum profitabilitas hingga akhir tahun buku 2025 melalui pengendalian biaya berkelanjutan tanpa menurunkan kualitas, fokus pada produk dengan margin sehat, distribusi yang efisien, serta pengelolaan persediaan yang ketat.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini