EBuzz – PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA), emiten di bidang jasa teknologi informasi dan digital, melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) per 31 Desember 2025. Perseroan menegaskan bahwa sebagian besar dana IPO telah dimanfaatkan untuk mendukung ekspansi dan penguatan operasional bisnis.
Direktur Utama DIVA, Raymond Loho, dalam keterangan tertulis pada Jumat (9/1/2026) menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh dana hasil IPO yang efektif pada 27 November 2018 sebesar Rp632,14 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp19,9 miliar, DIVA membukukan hasil bersih IPO senilai Rp612,14 miliar.
“Dana IPO tersebut telah direalisasikan sesuai dengan rencana penggunaan dana yang telah disampaikan kepada publik,” ujar Raymond. (12/1).

Raymond menilai, penggunaan dana IPO tersebut berperan penting dalam menjaga keberlanjutan operasional serta mendukung strategi pertumbuhan DIVA di tengah dinamika industri teknologi dan digital yang semakin kompetitif.
“Ke depan, Perseroan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan struktur permodalan guna menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham,” ucapnya.
Diketahui, DIVA telah mengalokasikan dana IPO sebesar Rp392,13 miliar untuk modal kerja, Rp214,3 miliar untuk investasi, serta Rp155,25 juta untuk pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM). Dengan realisasi tersebut, total dana IPO yang telah digunakan mencapai Rp606,67 miliar.
Sementara itu, Perseroan masih mencatatkan sisa dana IPO sebesar Rp5,46 miliar yang disimpan dalam bentuk giro di Bank Central Asia (BCA) dengan tingkat bunga sebesar 0,50%.

