EBuzz – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan proses pergantian jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2026–2030 akan menjadi momentum krusial dalam menentukan arah dan daya saing pasar modal nasional ke depan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 akan berlangsung tahapan pencalonan hingga pemilihan direksi BEI.
Menurutnya, agenda ini dinilai bukan sekadar rotasi kepemimpinan, melainkan titik strategis untuk memperkuat fondasi pasar modal Indonesia.
“OJK memandang proses ini sebagai momentum strategis. Kami berharap seluruh tahapan pencalonan dan pemilihan direksi BEI dapat berjalan dengan baik, sesuai ketentuan yang berlaku, transparan, dan akuntabel,” ujar Inarno dalam jumpa pers virtual, Jumat (9/1).
OJK : Keamanan Siber dan Ketahanan Teknologi Informasi Jadi Fokus Direksi BEI

Inarno menambahkan, direksi BEI periode mendatang akan dihadapkan pada sejumlah agenda besar yang menuntut kepemimpinan kuat dan berintegritas. Agenda pertama adalah penguatan integritas pasar serta perlindungan investor, khususnya melalui pengawasan perdagangan yang lebih efektif agar pasar berjalan adil dan transparan.
“OJK mendorong BEI untuk memperluas sisi penawaran dan permintaan melalui berbagai inisiatif strategis, mulai dari pengembangan produk “lighthouse IPO”, peningkatan kualitas free float emiten, penguatan likuiditas perdagangan, hingga perluasan basis investor domestik dan global,” tambahnya.
Tak kalah penting, ketahanan teknologi informasi dan keamanan siber menjadi perhatian serius. Seiring meningkatnya digitalisasi aktivitas bursa, OJK menilai penguatan infrastruktur TI dan sistem keamanan siber BEI menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.
“OJK akan terus berkolaborasi dengan BEI agar pasar modal Indonesia semakin dalam, efisien, berintegritas, dan tangguh,” tegas Inarno.
Seperti diketahui, sejumlah jajaran direksi BEI telah menyelesaikan masa jabatan maksimal sesuai ketentuan yang berlaku. Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Manullang, Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum Risa E. Rustam, serta Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna tercatat telah dua kali menjabat sebagai direksi, masing-masing pada periode 2018–2022 dan 2022–2026.

