BEI Pantau Gerak Saham 6 Emiten Ini, Ada Apa?

EBuzz – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan tengah memantau pergerakan sejumlah saham yang mengalami kenaikan harga tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).

Saham-saham yang dicermati, antara lain PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY), PT PAM Mineral Tbk (NICL), PT Victoria Insurance Tbk (VINS), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menegaskan, pengumuman UMA tidak serta-merta menandakan adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal.

Ia menjelaskan, informasi terakhir yang disampaikan emiten terkait antara lain berasal dari keterbukaan informasi pada 10 dan 24 Desember 2025 serta 6 Januari 2026.

“Informasi tersebut mencakup penjelasan atas volatilitas transaksi saham GRPM, laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham NELY, laporan bulanan registrasi pemegang efek saham FORU, BIPI, dan NICL, serta laporan keuangan interim auditan milik VINS,” ungkap Aji dalam keterangan resminya yang dikutip pada Rabu (7/1/2026).

Baca juga: BEI Hentikan Perdagangan 4 Saham, Ini Penjelasannya

Sehubungan dengan terjadinya UMA, BEI saat ini masih mencermati lebih lanjut pola dan perkembangan transaksi saham-saham tersebut. Oleh karena itu, investor diimbau untuk memperhatikan penjelasan resmi dari masing-masing emiten atas permintaan konfirmasi BEI, serta mencermati kinerja dan keterbukaan informasi perusahaan.

BEI juga menyarankan investor untuk meninjau kembali rencana aksi korporasi emiten, terutama apabila aksi tersebut belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Investor diharapkan mempertimbangkan berbagai kemungkinan risiko yang dapat terjadi di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi,” tukas Aji.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini