EBuzz – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menegaskan ambisi besarnya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekspor kendaraan di kawasan Asia–Oseania. Adapun strategi yang disiapkan oleh perseroan yakni, memperluas layanan logistik terintegrasi dari hulu hingga hilir demi menekan biaya logistik.
Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi mengatakan, peran IPCC tidak lagi sekadar mengelola terminal kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok. Perseroan kini mengorkestrasi jaringan terminal satelit, layanan penunjang, hingga integrasi dengan operator logistik dan prinsipal otomotif.
“Peran IPCC adalah mendukung industri otomotif nasional menjadi basis ekspor, sehingga ekspor kendaraan dari Indonesia bisa bersaing dengan negara lain di kawasan,” ujar Sugeng dalam Media Expose SPMT Group di Terminal Kendaraan Indonesia, Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Mengutip data global, Sugeng memaparkan produksi kendaraan dunia mencapai sekitar 92 juta unit per tahun. Tiongkok mendominasi dengan 31 juta unit, disusul Jepang 8,2 juta unit, India 6 juta unit, Korea Selatan 4 juta unit, Thailand 1,5 juta unit, dan Indonesia sekitar 1,2 juta unit.
”Posisi Indonesia di bawah Thailand menjadi sinyal penting logistik harus jauh lebih efisien agar prinsipal global menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor,” paparnya.
Bangun Ekosistem Logistik Terintegrasi

Untuk memperkuat daya saing, IPCC mengembangkan layanan logistik kendaraan secara menyeluruh, mulai dari Pre-delivery center (PDC), Layanan inspeksi dan quality control, hingga Distribusi kendaraan ke jaringan dealer.
”Semua layanan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan perusahaan logistik dan prinsipal otomotif, sehingga produsen mendapat solusi end-to-end tanpa harus membangun fasilitas sendiri,” kata Sugeng.
Hingga Oktober 2025, ekspor kendaraan yang melalui fasilitas IPCC mencapai 318.000 unit, tumbuh lebih dari 20% yoy. Sementara itu, impor kendaraan hanya sekitar 6% dari total arus kendaraan, di mana ini menunjukkan dominasi kuat aktivitas ekspor.
Perseroan memproyeksikan peningkatan ekspor berlanjut pada 2026, seiring ekspektasi kenaikan kunjungan kapal internasional sebesar 5–10%.

![CBRE Perkuat Jejak di Asia Tenggara dengan Ekspansi Bisnis Besar di Indonesia [Ki-Ka] Anshuman Magazine, Sumit Mukherjee, Angela Wibawa, Ada Choi, Morray Armstrong, Faisal Muzakki](https://economixbuzz.com/wp-content/uploads/2025/08/Ki-Ka-Anshuman-Magazine-Sumit-Mukherjee-Angela-Wibawa-Ada-Choi-Morray-Armstrong-Faisal-Muzakki-100x70.jpeg)