EBuzz – Di tengah ramainya tren co-production dan meningkatnya kebutuhan pendanaan kreatif, PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) melihat peluang besar untuk mendorong percepatan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif melalui layanan pembiayaan yang lebih modern dan terukur.
SVP MSME Amar Bank, Josua Sloane, menegaskan bahwa momentum pesatnya produksi film nasional membuka ruang bagi bank digital untuk mengambil peran lebih strategis, bukan sekadar penyedia dana.
“Kolaborasi antara bank digital dan industri kreatif menegaskan bahwa masa depan ekonomi kreatif tidak hanya ditentukan oleh ide besar, tetapi juga oleh infrastruktur digital yang mampu memperkuat ekosistemnya,” ujar Josua dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/11/2025). (25/11).
Pendanaan untuk Industri Film

Menurutnya, bank digital memiliki keunggulan dalam inovasi produk pembiayaan, sistem monitoring digital, hingga pengelolaan arus kas yang lebih efisien hal yang kini semakin dibutuhkan oleh rumah produksi maupun sineas yang menggarap proyek berskala besar.
Selain itu, industri film Indonesia sendiri saat ini didukung oleh beragam sumber pendanaan, mulai dari investor swasta, crowdfunding, sponsor merek, hingga skema hibah pemerintah. Kombinasi multimodal ini membuat peluang tumbuh sangat besar, namun di sisi lain menuntut pengelolaan yang semakin profesional.
”Produser kini tidak hanya dituntut untuk menghadirkan karya berkualitas, tetapi juga wajib memastikan tata kelola keuangan, perencanaan distribusi, serta eksekusi bisnis berjalan secara efisien dan transparan,” tuturnya.
Dengan prospek yang kian solid, Amar Bank menyebut sinergi antara perbankan digital dan sektor kreatif dapat menjadi pendorong baru dalam ekosistem ekonomi nasional, terutama di industri film yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
”Celah inilah yang bisa diisi oleh bank digital sebagai financial enabler menghadirkan sistem pembiayaan yang lebih fleksibel, data-driven, dan mudah dipantau, sehingga mampu mendukung keberlangsungan proyek film dari praproduksi hingga distribusi,” tutup Josua.

