JAKARTA, Ebuzz – PT Danantara Indonesia resmi merilis instrumen obligasi bertajuk Obligasi Patriot dengan tenor 5 dan 7 tahun. Instrumen ini ditawarkan melalui skema private placement dengan tingkat kupon sekitar 2% per tahun.
Namun, Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai obligasi ini tidak ditujukan untuk investor kecil. “Dengan rate sekitar 2% per tahun, bond ini bukan bond buat investor kecil yang mencari untung besar. Instrumen ini lebih ditujukan bagi pengusaha kelas kakap, karena sifatnya private placement,” ujar Huda kepada Economixbuzz, Jumat (29/8/2025).
Menurut dia, tingkat bunga 2% per tahun justru lebih rendah dibandingkan inflasi yang berada di kisaran 2,5%. Hal ini membuat Obligasi Patriot secara bisnis kurang menarik bagi investor. “Bagi pebisnis, akan lebih menguntungkan jika menempatkan dana di Surat Berharga Negara (SBN) atau deposito perbankan yang memberi imbal hasil lebih tinggi,” jelasnya.
Huda juga mengingatkan adanya potensi beban tersembunyi (hidden cost) di balik tingkat bunga yang sangat rendah tersebut. “Tidak ada yang gratis dalam setiap program pemerintah. Karena ini private placement, maka penjualan tidak akan dibuka ke publik. Investor yang diminta oleh Danantara sebagian besar adalah pengusaha,” paparnya.
Ia menambahkan, keterlibatan pengusaha dalam instrumen ini bisa dikaitkan dengan peluang proyek di kemudian hari. “Ada potensi proyek-proyek Danantara ataupun pemerintah lainnya akan dikerjakan investor tersebut. Jika tidak, usaha mereka akan ‘diamankan’ setidaknya hingga kupon bond berakhir,” tutur Huda.