EBuzz – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi di Blok Masela, Maluku, menjadi salah satu investasi energi terbesar di Indonesia.
Proyek ini mencatatkan nilai investasi mencapai US$20,94 miliar atau setara Rp342,59 triliun. Tak hanya itu, proyek strategis nasional tersebut juga diproyeksikan menyerap 13.461 tenaga kerja, terdiri dari 12.611 pekerja pada tahap pengembangan (development) dan sekitar 850 pekerja saat fase operasi.
“Multiplier effect dari proyek ini kami harapkan benar-benar memberikan dampak nyata, khususnya bagi masyarakat sekitar Blok Masela,” ujar Yuliot dalam acara Peresmian Front-End Engineering Design (FEED) Proyek LNG Abadi, Kamis (28/8).
Lebih lanjut, Kementerian ESDM memastikan bahwa proyek LNG Abadi akan dijalankan dengan standar lingkungan kelas dunia. Termasuk di dalamnya penerapan Carbon Capture Storage (CCS) sebagai langkah mendukung target net zero emissions (NZE) Indonesia.
“Gas bumi yang dihasilkan akan membantu mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat daya saing industri domestik,” tegasnya.
Dengan skala investasi jumbo dan keberpihakan pada aspek keberlanjutan, proyek LNG Abadi diharapkan menjadi salah satu tonggak penting transformasi energi Indonesia di masa depan.
Secara teknis, proyek LNG Abadi diperkirakan mampu menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), 150 MMSCFD gas pipa, dan 35 ribu barel kondensat per hari.