Tren Konsumer Syariah Naik Daun, BSI Raup Pertumbuhan 16,21 Persen

EBuzz – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat kinerja solid di awal tahun 2025 dengan pertumbuhan pembiayaan yang terus menanjak, khususnya pada segmen konsumer.

Faktor utama yang mendorong peningkatan ini adalah skema cicilan tetap dan pasti, yang dinilai memberikan kenyamanan lebih bagi nasabah.

Hingga kuartal I/2025, total pembiayaan BSI mencapai Rp287,20 triliun, naik 16,21% secara tahunan (YoY). Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio NPF gross di level 1,88%. Dari total pembiayaan tersebut, segmen konsumer mendominasi hingga 54,56%, meliputi pembiayaan rumah (griya), kendaraan, payroll untuk pegawai negeri maupun swasta, pembiayaan pensiunan, hingga cicil dan gadai emas.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menjelaskan tren positif ini sejalan dengan strategi perusahaan pasca-merger. Pada awal penggabungan, porsi pembiayaan konsumer tercatat 52,32%.

“Strategi fokus di segmen konsumer terbukti tepat karena mampu menjaga kualitas aset sekaligus profitabilitas meski kondisi ekonomi cukup menantang,” ujarnya. (25/8).

Wisnu menambahkan, keunikan pembiayaan syariah terletak pada penggunaan underlying asset dan akad, seperti murabahah, yang menawarkan cicilan tetap atau pasti hingga akhir tenor. Hal ini membuat nasabah lebih tenang dalam mengatur arus kas, terutama untuk pembiayaan jangka panjang seperti rumah dan payroll.

“Ketika suku bunga di pasar naik, nasabah bank syariah tidak terdampak karena cicilan bersifat tetap. Kepastian angsuran ini memberi rasa aman yang berbeda dengan bank konvensional, di mana cicilan bisa berubah sesuai kondisi pasar,” jelas Wisnu.

Optimisme Pertumbuhan Didukung Preferensi Syariah

BSI optimistis pembiayaan akan terus bertumbuh sehat. Survei 2024 menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Kelompok universalis atau yang memilih bank syariah jika manfaat setara dengan konvensional naik menjadi 30% dari sebelumnya 25,6%.

Sementara, kelompok konformis atau yang hanya berbank syariah meningkat menjadi 29,1% dari 20,6%. Secara total, preferensi syariah kini mencapai 59,1% populasi.

Namun, Wisnu menegaskan aspek syariah bukan satu-satunya faktor yang menentukan.

“Margin kompetitif juga menjadi pertimbangan penting. Karena itu, BSI menghadirkan program promosi dan tarif pembiayaan yang bersaing,” ungkapnya.

Bank syariah terbesar di Tanah Air ini juga menghadirkan solusi pembiayaan terintegrasi bagi nasabah payroll, program KUR Syariah untuk UMKM, serta pengembangan pembiayaan di segmen ritel, konsumer, wholesale, dan korporasi.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini