Terseret Isu Beras Fortifikasi, Produsen Topi Koki (HOKI) Buka Suara
PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), produsen beras bermerek Topi Koki, buka suara terkait pemberitaan media mengenai dugaan produk beras fortifikasi yang tidak memenuhi ketentuan.
EBuzz - PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), produsen beras bermerek Topi Koki, buka suara terkait pemberitaan media mengenai dugaan produk beras fortifikasi yang tidak memenuhi ketentuan.
Direktur HOKI Muliati membenarkan bahwa empat varian produk beras khusus yang disebut dalam pemberitaan merupakan produk yang diproduksi dan dipasarkan oleh perseroan.
Keempat produk tersebut yakni Topi Koki Short Grain, Topi Koki Setra Royale, Topi Koki Long Grain Crystal, dan HOK-1 Gohan. Perseroan menyebut keempat produk tersebut merupakan beras khusus yang diperkaya dengan dua jenis vitamin.
“Perseroan memahami bahwa produk-produk tersebut menjadi objek pengawasan oleh instansi pemerintah. Perseroan menghormati hasil pengawasan dan proses tindak lanjut yang dilakukan oleh instansi pemerintah yang berwenang,” ujar Muliati dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (18/9/2026).
Operasional HOKI Masih Berjalan
Muliati mengonfirmasi, pihaknya telah menerima surat dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta terkait temuan atas ketentuan keamanan, mutu, label, dan/atau gizi pangan pada keempat produk tersebut.
Sebagai tindak lanjut, perseroan tengah melakukan inventarisasi terhadap keberadaan produk-produk terkait.
"Inventarisasi mencakup produk yang berada di gudang internal, jaringan distributor dan agen, pasar ritel, hingga media pemasaran elektronik milik pihak ketiga," ucapnya.
Manajemen HOKI menyatakan kegiatan operasional dan bisnis perseroan secara umum masih berjalan normal. Sementara terkait potensi dampak keuangan dan biaya penarikan produk atau recall, perseroan belum dapat memperkirakan nilainya.
Perseroan menyatakan akan mengikuti seluruh prosedur pemeriksaan yang berlaku dan bersikap kooperatif dalam proses tindak lanjut bersama instansi terkait.
“Perseroan belum dapat menentukan secara pasti estimasi dampak keuangan maupun potensi biaya penarikan produk, karena proses kajian dan evaluasi bersama instansi terkait masih berlangsung,” jelas Muliati.
Baca Juga : HOKI: Free Float Tersisa 30,5%
HOKI juga akan menyampaikan keterbukaan informasi lebih lanjut apabila terdapat perkembangan material yang berdampak terhadap kinerja keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.