Soroti Kredibilitas Pasar Modal RI, ACMF Puji Reformasi Bursa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik dukungan penuh yang diberikan oleh ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) terhadap langkah reformasi strategis pasar modal Indonesia.
EBuzz - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik dukungan penuh yang diberikan oleh ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) terhadap langkah reformasi strategis pasar modal Indonesia.
Dukungan tersebut berfokus pada peningkatkan transparansi, penguatan penegakan hukum, serta peningkatan likuiditas pasar guna mendorong pengembangan pasar modal nasional yang semakin kredibel, berintegritas, dan berdaya saing di tingkat global.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengapresiasi dukungan ACMF sebagai bentuk pengakuan regional atas arah kebijakan pasar modal nasional.
"OJK berkomitmen melanjutkan agenda reformasi pasar modal secara konsisten dan berkelanjutan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas keterbukaan informasi, efektivitas pengawasan dan penegakan hukum, serta pengembangan struktur pasar yang semakin transparan, likuid, dan efisien," tegas Hasan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/10/2026). (29/10).
Baca Juga : Bos BEI Ungkap Danantara Masuk Tahap Due Diligence Demutualisasi Bursa
Hasan menambahkan bahwa, rangkaian pembenahan ini merupakan bagian integral dari strategi OJK dalam memperkuat pelindungan investor, meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, serta memastikan seluruh standar operasional pasar modal Indonesia selaras dengan praktik terbaik internasional.
Implementasi Peta Jalan ACMF 2026–2030
Selain memberikan pengesahan atas agenda reformasi Indonesia, forum 45th ACMF Chairs Meeting turut membahas kemajuan implementasi ACMF Action Plan 2026–2030. Peta jalan ini mencakup penguatan konektivitas pasar modal, pengembangan keuangan berkelanjutan, tata kelola perusahaan (corporate governance), pengembangan instrumen syariah, hingga kerja sama pengawasan lintas negara.
Dalam pilar konektivitas pasar, ACMF tengah menuntaskan sejumlah panduan teknis strategis guna memperluas akses investasi lintas negara.
"Dalam penguatan konektivitas pasar, ACMF melanjutkan sejumlah inisiatif strategis, antara lain pengembangan Depositary Receipt Issuance Handbook, Roadmap for ASEAN Cross-Listings, ASEAN Indices, dan ASEAN Collective Investment Schemes untuk memperluas akses investasi lintas negara serta memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan tujuan investasi global," terangnya.
Menurut Hasan, pentingnya keterbukaan informasi keberlanjutan serta penerapan tata kelola yang baik demi memperkuat daya tarik investasi di kawasan.
"OJK akan terus berpartisipasi aktif dalam berbagai inisiatif ACMF dan memperkuat kerja sama dengan otoritas pasar modal di kawasan guna mendukung pengembangan pasar modal Indonesia yang berintegritas, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan," tutup Hasan Fawzi.
Sebagai informasi, ACMF merupakan forum regulator pasar modal kawasan yang beranggotakan 11 negara ASEAN, di mana OJK terlibat secara aktif dalam seluruh kelompok kerja serta High-Level Meeting. Pengumuman resmi dukungan ini disampaikan pada ajang 45th ACMF Chairs Meeting yang berlangsung di Manila, Filipina, pada 25 Oktober 2026.
Baca Juga : ASEAN Capital Market Forum (ACMF) 2023 Resmi Digelar dan Bahas Sejumlah Isu Pasar Modal
Pertemuan yang dipimpin oleh Securities and Exchange Commission (SEC) Filipina tersebut dihadiri oleh para pimpinan otoritas pasar modal se-ASEAN guna membahas akselerasi integrasi, ketahanan, serta keberlanjutan pasar keuangan kawasan. ACMF secara khusus memberikan apresiasi atas kemajuan reformasi regulasi yang tengah dijalankan Indonesia dan menegaskan komitmen dukungan terhadap dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut.