POOL Jual 30% Saham PAF ke Cicil Technologies, Nilai Transaksi Belum Ditetapkan

POOL Jual 30% Saham PAF ke Cicil Technologies, Nilai Transaksi Belum Ditetapkan
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) menandatangani Perjanjian Penjualan dan Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) dengan Cicil Technologies Pte. Ltd. untuk melepas 30% saham PT Pool Advista Finance Tbk (PAF). Perseroan menyampaikan hal itu dalam keterbukaan informasi, Selasa (6/10/2026).

Transaksi mencakup 1.005.322.680 saham PAF, setara 30% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Para pihak meneken CSPA pada 2 Oktober 2026.

Nilai Transaksi Menunggu Laporan KJPP

POOL belum menetapkan nilai transaksi. Perseroan akan menentukan harga berdasarkan nilai wajar dalam laporan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Pada tanggal Keterbukaan Informasi ini, laporan KJPP belum diterbitkan sehingga Nilai Transaksi belum ditetapkan," tulis manajemen POOL.

Penyelesaian Masih Bersyarat

Penyelesaian transaksi bergantung pada sejumlah persyaratan. Para pihak harus menerbitkan laporan KJPP, memenuhi ketentuan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI), serta menandatangani dokumen pembayaran. Hak atas saham PAF tetap berada di tangan POOL hingga transaksi rampung.

Kepemilikan POOL Turun, PAF Tetap Terkonsolidasi

Setelah transaksi selesai, kepemilikan POOL di PAF turun dari 76,34% menjadi 46,34%. Cicil Technologies akan menggenggam 30% saham PAF.

Meski porsi kepemilikan menyusut, PAF tetap berstatus entitas anak POOL. Perseroan akan terus mengonsolidasikan PAF dalam laporan keuangan.

Profil Pembeli dan Dampak ke Likuiditas

Cicil Technologies berdiri berdasarkan hukum Singapura dan bergerak di bidang teknologi informasi serta pengembangan perangkat lunak.

Manajemen POOL menyatakan penandatanganan CSPA tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha. Setelah transaksi selesai, POOL akan menerima dana hasil penjualan saham. Manajemen menyebut dana tersebut dapat memperkuat likuiditas perseroan.