Perkuat Anak Usaha, INET dan WIFI Garap Pembangunan Kabel Laut Sepanjang 6.870 Km

Proyek sistem komunikasi kabel laut sepanjang 6.870 kilometer tersebut dirancang untuk menghubungkan 14 titik pendaratan di berbagai pulau di Indonesia.

Perkuat Anak Usaha, INET dan WIFI Garap Pembangunan Kabel Laut Sepanjang 6.870 Km
Direktur Utama PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.
Bacakan Artikel

EBuzz - Sebuah konsorsium yang terdiri dari PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT FiberHome Technologies Indonesia (FiberHome), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), Nokia, PT Sarana Global Indonesia (SGI), dan NTT Group melalui Weave resmi memprakarsai pembangunan Synergy Gateways of Indonesia Cable System (SGI Cable System).

Proyek sistem komunikasi kabel laut sepanjang 6.870 kilometer tersebut dirancang untuk menghubungkan 14 titik pendaratan di berbagai pulau di Indonesia. Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) di Singapura.

Dalam struktur konsorsium, SGI—anak usaha yang 60% sahamnya dimiliki INET—berperan sebagai pengembang dan pelaksana penggelaran sistem, sementara INET bertindak sebagai pemegang saham mayoritas SGI sekaligus pengguna kapasitas.

Baca Juga : INET Gandeng Perusahaan Raksasa China, Siapkan Mega Proyek Kabel Laut Antar Pulau di Indonesia

FiberHome berperan sebagai mitra teknologi dan pemasok sistem kabel laut, Nokia menyediakan teknologi jaringan optik, dan Surge menjadi pengguna kapasitas layanan broadband.

Sementara itu, NTT Group berpartisipasi melalui Weave (PT Integrasi Jaringan Ekosistem/IJE) sebagai mitra jaringan tulang punggung dan distribusi kapasitas.

Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyatakan bahwa, kepemilikan mayoritas perseroan di SGI merupakan langkah strategis manajemen. Selain itu, keterlibatan perseroan memperkuat ekspansi di bisnis kabel laut pasca akuisisi SGI.

"Dengan dukungan mitra-mitra konsorsium, kami membangun infrastruktur kabel laut yang memenuhi kebutuhan kapasitas Grup INET yang terus berkembang, sekaligus memperkuat ekosistem infrastruktur digital yang kami kembangkan," ujar Arif dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026). (24/9).

Pembangunan Kabel Laut

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama SGI, Bastian Sembiring, menjelaskan bahwa SGI kini bertransformasi menjadi pemilik dan operator sistem dari yang sebelumnya berfokus pada rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC).

"Dengan pengalaman penggelaran dan pemeliharaan kabel laut sejak tahun 2000, kami memahami kebutuhan dan tantangan pembangunan infrastruktur kabel laut di Indonesia. Bersama konsorsium, pengalaman tersebut kami gunakan untuk membangun sistem yang melayani kebutuhan internal grup sekaligus pertumbuhan kebutuhan pasar," tutur Bastian.

Sementara itu, Direktur Utama Surge (WIFI), Hendrik Tee, menyampaikan bahwa keterlibatan perseroan bertujuan memperkuat jaringan pendukung internet terjangkau.

"Konektivitas antarpulau yang andal menjadi fondasi perluasan layanan internet terjangkau Surge. Partisipasi kami dalam konsorsium ini memastikan ketersediaan kapasitas jaringan tulang punggung untuk menjangkau lebih banyak rumah tangga di seluruh Indonesia," jelasnya.

Sedangkan, Direktur Weave sekaligus Presiden dan CEO NTT e-Asia, Yasuyuki Nagae, menyebut jaringan kabel laut ini akan melengkapi jaringan darat perusahaan.

"Melalui Weave, NTT Group membawa pengalaman teknis dan operasional jaringan untuk mendukung konektivitas Indonesia. SGI Cable System akan melengkapi jaringan serat optik darat Weave sehingga konektivitas berkualitas dapat menjangkau pulau-pulau dari barat hingga timur," pungkas Yasuyuki.

Baca Juga : Dari SKKL hingga Wi-Fi 7, Ini Jalur Strategi Bisnis yang Ditempuh INET

SGI Cable System dirancang menghubungkan rute Jakarta, Pontianak, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Balikpapan, Banyu Urip, Singaraja, Mataram, Makassar, Palu, Manado, Bitung, Ambon, hingga Sorong. Infrastruktur ini dilengkapi 16 pasang serat optik, kapasitas sistem 25 Tbps, serta usia desain 25 tahun, dengan target Ready for Service (RFS) pada akhir 2028.