Jaringan Tembus 410 Gerai, Laba Bersih FORE Meroket 49 Persen

PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) merealisasikan strategi penetrasi pasar secara agresif ke wilayah berkembang. Hingga periode September 2026, jaringan ritel Fore Coffee mencatatkan pembukaan lebih dari 70 gerai baru

Jaringan Tembus 410 Gerai, Laba Bersih FORE Meroket 49 Persen
Gerai Fore Coffe. Dok : Istimewa
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) merealisasikan strategi penetrasi pasar secara agresif ke wilayah berkembang. Hingga periode September 2026, jaringan ritel Fore Coffee mencatatkan pembukaan lebih dari 70 gerai baru, angka yang melampaui target awal penambahan gerai perseroan untuk keseluruhan tahun 2026.

Melalui penambahan gerai baru tersebut, Fore Coffee saat ini secara resmi mengoperasikan sebanyak 388 gerai aktif di seluruh Indonesia. Lebih dari 55% dari total gerai baru yang dibuka sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026 tersebut berlokasi di kota-kota Tier 2 dan Tier 3. Eksekusi langkah strategis ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam memperluas jangkauan basis konsumen di luar kawasan metropolitan utama.

Presiden Direktur PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Vico Lomar, menekankan bahwa pelaksanaan ekspansi jaringan gerai yang agresif ini tetap diimbangi dengan efisiensi dan pengelolaan produktivitas di setiap lokasi operasional baru. Penambahan jaringan secara terukur tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi operasional perseroan dalam jangka panjang.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat operasional dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Vico dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/10/2026).

Kinerja Gemilang FORE

Vico menambahkan, sejalan dengan masifnya perusahaan dalam melakukan ekspansi pembukaan gerai baru, perseroan juga mencatatkan kinerja keuangan yang gemilang, di mana angka penjualan tembus mencapai Rp1,5 triliun.

"Seiring dengan peningkatan volume penjualan, beban pokok penjualan perseroan tercatat meningkat menjadi Rp612,08 miliar dari sebelumnya Rp398,21 miliar, sehingga laba bruto perseroan tumbuh menjadi Rp985,08 miliar dari posisi Rp643,53 miliar pada periode yang sama tahun lalu," paparnya.

Di sisi lain, beban operasional perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp853,86 miliar dari sebelumnya Rp578,28 miliar. Meskipun demikian, laba operasional perseroan tetap mencatatkan kenaikan signifikan menjadi Rp131,21 miliar dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp65,25 miliar.

Selanjutnya, laba sebelum beban pajak perseroan meningkat menjadi Rp124,04 miliar dari sebelumnya Rp61,89 miliar. Atas kinerja tersebut, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh mencapai Rp90 miliar, atau naik dibandingkan pencapaian periode sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp60,10 miliar.

Baca Juga : Beli Bahan Baku dari Anak Usaha, Fore Kopi (FORE) Teken Transaksi Rp5 Miliar

Hingga 30 September 2026, total liabilitas perseroan tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp602,87 miliar dari posisi Rp479,58 miliar per 31 Desember 2025. Sementara itu, total nilai aset perseroan tumbuh menjadi Rp1,37 triliun per 30 September 2026 dari posisi Rp1,16 triliun per 31 Desember 2025.