Izin RKAB Terbit, HEXA Yakin Kantongi Pendapatan USD589 Juta di Akhir 2026

Dengan mulai diterbitkannya RKAB, Perseroan meyakini aktivitas operasional di sektor pertambangan akan kembali membaik. Pemulihan ini diharapkan dapat mendorong percepatan pengiriman unit alat berat yang sempat tertunda.

Izin RKAB Terbit, HEXA Yakin Kantongi Pendapatan USD589 Juta di Akhir 2026
Alat berat PT Hexindo Adiperkasa Tbk.
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) optimistis dapat mencapai target penjualan sebesar US$589 juta pada tahun buku ini. Target tersebut akan disokong oleh realisasi pengiriman sejumlah pesanan tertunda (backlog order), khususnya dari pelanggan di sektor pertambangan.

Finance Director Hexindo Adiperkasa, Yoshendri, mengungkapkan bahwa perseroan masih mengantongi sejumlah backlog order yang belum dikirimkan kepada pelanggan sektor pertambangan. Penundaan pengiriman tersebut sebelumnya terjadi lantaran para pelanggan masih menunggu penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari pemerintah.

Dengan mulai diterbitkannya RKAB, Perseroan meyakini aktivitas operasional di sektor pertambangan akan kembali membaik. Pemulihan ini diharapkan dapat mendorong percepatan pengiriman unit alat berat yang sempat tertunda guna mendukung realisasi target penjualan tahunan.

“Perseroan masih memiliki sejumlah backlog order yang belum dikirimkan kepada pelanggan pertambangan karena pelanggan masih menunggu penerbitan RKAB,” kata Yoshendri lewat keterangan tertulisnya, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga : Gelontorkan US$14 Juta, HEXA Mantapkan Investasi dan Perkuat Armada Alat Berat

Ia menambahkan, pada kuartal I-2026 perseroan belum sempat melakukan pengiriman ekskavator jenis Giant Machine. Hal tersebut dipengaruhi oleh persoalan perizinan RKAB yang baru resmi diterbitkan pada kuartal kedua.

Namun, seiring dengan tuntasnya penerbitan RKAB tersebut, Hexindo memastikan outstanding order yang dimiliki Perseroan hingga Februari 2027 akan segera direalisasikan. Pesanan alat berat tersebut utamanya didominasi oleh unit kelas 120 ton dan 200 ton.

Peluang Sektor Agribisnis

Yoshendri menegaskan, selain dari sektor pertambangan, Hexindo juga mencermati adanya potensi peningkatan permintaan alat berat dari sektor agribisnis.

Menurutnya, melalui dukungan realisasi backlog order, pemulihan aktivitas tambang, serta peningkatkan permintaan dari sektor agro.

"Peluang ini terbuka seiring dengan tren kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), yang diharapkan mampu memicu peningkatan kebutuhan alat berat dari para pelaku industri perkebunan," pungkasnya.

Baca Juga : Diakuisisi Hexa Prima Nusantara, Lini Imaji Kreasi (FUTR) Bidik Pasar Energi Hijau

Hingga kuartal pertama tahun buku 2026, Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$113,8 juta dengan perolehan laba bersih sebesar US$4,9 juta. Sementara itu, untuk keseluruhan tahun buku 2026, manajemen HEXA menetapkan target pendapatan sebesar US$589 juta dan laba bersih sebesar US$18,4 juta.