Pendapatan Melonjak 67,11%, Folago Global Nusantara (IRSX) Raih Laba Neto Rp33,85 Miliar per September 2026
Folago Global Nusantara (IRSX) mencatatkan kinerja impresif yang lonjakan signifikan pada sisi operasi dan keuangan
EBuzz Emiten teknologi, media digital, dan hiburan konsolidasian, PT Folago Global Nusantara Tbk (kode saham: IRSX), membukukan kinerja keuangan yang solid pada periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 (9M26). Perusahaan berhasil mencatatkan lonjakan pendapatan bersih dan membalikkan laba operasional secara signifikan ditopang oleh diversifikasi lini bisnis baru di bidang distribusi konten dan hiburan.
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian 9M26 yang dipublikasikan pada 30 Oktober 2026, perseroan membukukan peningkatan pendapatan, efisiensi beban usaha, hingga pertumbuhan ekuitas yang makin sehat.
Kinerja Pendapatan dan Kontribusi Segmen
Selama periode sembilan bulan hingga 30 September 2026, IRSX mengantongi pendapatan konsolidasian sebesar Rp346,43 miliar. Nilai ini melonjak pesat 67,11% (secara year-on-year/YoY) atau bertambah sebesar Rp139,13 miliar dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun 2025 (9M25) yang sebesar Rp207,30 miliar.
Peningkatan omzet perseroan didorong oleh diversifikasi portofolio segmen usaha yang konkrit, produk digital menyumbang pendapatan sebesar Rp118,03 miliar (berkontribusi 34,07% dari total pendapatan), meskipun secara nominal terkoreksi 11,61% YoY dari Rp133,53 miliar pada 9M25.
Layanan Pemasaran & Periklanan Digital: Mencapai Rp110,05 miliar (berkontribusi 31,77%), naik tajam 90,26% YoY dari Rp57,84 miliar pada 9M25. Segmen ini disokong oleh periklanan digital (Rp87,06 miliar), produksi materi iklan (Rp14,19 miliar), serta iklan & sponsor (Rp8,80 miliar).
Distribusi & Lisensi Konten: Menjadi pendorong pertumbuhan baru dengan mencetak pendapatan Rp82,91 miliar (berkontribusi 23,93%). Lini ini bersumber dari siaran langsung berbasis event (Rp48,57 miliar), voucher akses konten Over-The-Top (OTT) (Rp31,74 miliar), bioskop/film (Rp1,99 miliar), dan kerja sama operasi film (Rp612,36 juta).
Komisi: Merekam kenaikan signifikan sebesar 684,70% YoY menjadi Rp22,21 miliar (berkontribusi 6,41%) dibanding Rp2,83 miliar pada 9M25.
Tiket Konser: Lini bisnis baru penunjang hiburan ini menyumbang Rp11,96 miliar (berkontribusi 3,45%) dan perangkat lunak IRS menyumbang pendapatan Rp1,26 miliar (berkontribusi 0,36%), dari sebelumnya Rp13,10 miliar pada 9M25.
Struktur Beban, Laba Bruto, dan Profitabilitas Operasional
Seiring pertumbuhan omzet ekspansif, Beban Pokok Pendapatan IRSX tercatat naik 67,68% YoY (atau bertambah Rp111,19 miliar) menjadi Rp275,47 miliar pada 9M26, dibandingkan Rp164,28 miliar pada 9M25. Peningkatan ini terutama dipicu oleh biaya penunjang distribusi konten (Rp70,60 miliar) serta penunjang penyelenggaraan konser (Rp34,22 miliar).
Meski beban pokok meningkat, IRSX mampu mencetak peningkatan margin secara absolut. Laba bruto merekam pertumbuhan 64,94% YoY (naik Rp27,94 miliar) menjadi Rp70,96 miliar per 30 September 2026 dari posisi Rp43,02 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Beban Umum dan Administrasi tercatat sebesar Rp35,30 miliar, naik dari Rp10,17 miliar pada 9M25 seiring penambahan jumlah entitas anak dan operasional kegiatan hiburan/kreator.
Penghasilan Usaha Lain-Lain (Neto): Berbalik positif menjadi Rp3,13 miliar pada 9M26, dibandingkan kerugian usaha lain-lain neto sebesar Rp361,94 juta pada 9M25, terutama dipicu oleh laba pelepasan aset takberwujud sebesar Rp2,88 miliar. Sehingga laba usaha (Laba Operasional) melonjak pesat 19,36% YoY menjadi Rp38,78 miliar per September 2026, berbanding Rp32,49 miliar pada September 2025.
Beban Pajak dan Laba Bersih Tahun Berjalan
Pada baris non-operasional, perseroan mencatatkan penghasilan keuangan sebesar Rp553,63 juta, keuntungan dari pelepasan entitas anak sebesar Rp125,14 juta, serta beban keuangan sebesar Rp116,61 juta. Laba Sebelum Pajak Penghasilan meningkat 0,23% YoY (bertambah Rp83,78 juta) menjadi Rp35,63 miliar pada 9M26, dibandingkan Rp35,55 miliar pada 9M25.
Beban Pajak Penghasilan (Neto) berbalik dari posisi manfaat pajak pada 9M25 (sebesar Rp1,15 miliar) menjadi beban pajak neto sebesar Rp1,78 miliar pada 9M26. Maka laba periode berjalan (Sebelum Penyesuaian Proforma) tercatat sebesar Rp33,85 miliar, tumbuh 10,51% YoY atau bertambah Rp3,22 miliar dibandingkan Rp30,63 miliar pada 9M25.
Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk melonjak 45,45% YoY (naik Rp10,63 miliar) menjadi Rp34,03 miliar dari Rp23,40 miliar pada 9M25. Laba per Saham Dasar (EPS) naik menjadi Rp5,49 per saham dari sebelumnya Rp4,45 per saham pada 9M25.
Kesehatan Aset dan Posisi Keuangan (Neraca Konsolidasian)
Per 30 September 2026, posisi neraca (financial position) perseroan menunjukkan ekspansi struktur aset yang lebih kuat jika dibandingkan posisi 31 Desember 2025 (year-to-date/YTD). Kas dan Setara Kas (Akhir Periode) melonjak 64,99% YTD atau naik Rp71,59 miliar menjadi Rp181,74 miliar per 30 September 2026 dari posisi Rp110,15 miliar per 31 Desember 2025.
Total Aset membengkak 37,15% YTD (bertambah Rp133,82 miliar) menjadi Rp494,05 miliar dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp360,23 miliar. Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan aset lancar menjadi Rp423,48 miliar termasuk deposito berjangka yang meningkat ke Rp97,38 miliar serta piutang usaha pihak ketiga yang berada di level Rp78,21 miliar.
Total Liabilitas (Kewajiban) melonjak 236,82% YTD menjadi Rp151,14 miliar dibanding Rp44,87 miliar per 31 Desember 2025. Kenaikan liabilitas terutama berasal dari pos uang muka pelanggan (deposit from customers) yang membengkak signifikan menjadi Rp117,64 miliar (dipicu oleh penjualan tiket konser dan langganan layanan OTT) serta utang pajak sebesar Rp13,44 miliar.
Total ekuitas tumbuh 8,74% YTD (bertambah Rp27,55 miliar) menjadi Rp342,91 miliar per 30 September 2026 dari Rp315,36 miliar pada akhir tahun 2025. Peningkatan ekuitas terutama ditopang oleh pertumbuhan akumulasi saldo laba belum ditentukan penggunaannya yang mencapai Rp59,61 miliar.