INET Bukukan Pendapatan Rp1,55 Triliun hingga Kuartal III-2026, Tumbuh 2.154,30%

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) atau Sinergy

INET Bukukan Pendapatan Rp1,55 Triliun hingga Kuartal III-2026, Tumbuh 2.154,30%
Jajaran Komisaris dan Direksi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)
Bacakan Artikel

EBuzz PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat pendapatan neto sebesar Rp1,55 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 2.154,30% dibandingkan Rp68,60 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan, laba bruto INET mencapai Rp215,59 miliar hingga September 2026. Capaian tersebut tumbuh 564,99% dibandingkan Rp32,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

INET juga membukukan laba usaha sebesar Rp129,05 miliar, meningkat 410,70% dibandingkan Rp25,27 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Direktur Utama PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk, Muhammad Arif, mengatakan bahwa pertumbuhan pendapatan dan laba usaha mencerminkan peningkatan skala bisnis Perseroan sepanjang 2026.

“Kinerja hingga September 2026 menunjukkan peningkatan skala bisnis INET yang signifikan. Kami mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba usaha yang kuat. Selanjutnya, kami akan menjaga kualitas pendapatan, pengendalian biaya, serta profitabilitas agar pertumbuhan Perseroan tetap berkelanjutan,” ujar Arif dalam keterangan resmi, Sabtu (31/10/2026).

Dari sisi komposisi pendapatan, jasa alih daya menyumbang Rp1,26 triliun atau sekitar 81,77% dari total pendapatan neto Perseroan.

Sementara itu, pendapatan dari layanan internet mencapai Rp281,95 miliar. Angka tersebut tumbuh 319,84% dibandingkan Rp67,16 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan peningkatan skala usaha, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp1,33 triliun. Laba bruto Perseroan mencapai Rp215,59 miliar, dengan margin laba bruto sekitar 13,94%.

Dari sisi laba bersih, INET membukukan laba periode berjalan sebesar Rp59,13 miliar. Jumlah tersebut meningkat 205,19% dibandingkan Rp19,37 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp58,06 miliar, tumbuh 199,69% dibandingkan Rp19,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba per saham dasar INET tercatat sebesar Rp4,91, meningkat 105,44% dibandingkan Rp2,39 pada periode sembilan bulan pertama 2025.

Menurut Arif, peningkatan laba tersebut menjadi dasar bagi Perseroan untuk terus memperkuat pengelolaan keuangan di tengah pertumbuhan skala usaha.

“Pertumbuhan laba menjadi salah satu indikator penting dalam menilai perkembangan bisnis INET. Kami juga terus memperhatikan komposisi pendapatan, pengelolaan arus kas, dan beban keuangan. Disiplin tersebut diperlukan untuk menjaga kinerja keuangan dan kepentingan pemegang saham dalam jangka panjang,” jelas Arif.

Dari sisi posisi keuangan, total aset INET mencapai Rp6,50 triliun per 30 September 2026. Nilai tersebut meningkat 755,07% dibandingkan Rp760,37 miliar pada 31 Desember 2025.

Jumlah ekuitas Perseroan juga meningkat menjadi Rp3,95 triliun, tumbuh 820,21% dibandingkan Rp429,21 miliar pada akhir 2025.

Sementara itu, jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp2,55 triliun, meningkat 670,64% dibandingkan Rp331,16 miliar pada 31 Desember 2025.

Posisi kas dan setara kas INET mencapai Rp3,96 triliun per 30 September 2026. Jumlah tersebut meningkat 877,93% dibandingkan Rp404,44 miliar pada akhir 2025.

Dari aktivitas operasi, Perseroan mencatat arus kas neto positif sebesar Rp68,94 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut turun 10,72% dibandingkan Rp77,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Melalui capaian keuangan hingga kuartal III-2026, INET akan terus menjaga pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, pengelolaan arus kas, dan struktur keuangan Perseroan. INET berkomitmen menjalankan pengelolaan keuangan secara disiplin untuk mendukung kesinambungan kinerja dan kepentingan pemegang saham.