Gaspol Ekspansi, Cipta Perdana (PART) Bidik Rp200 Miliar dari Rights Issue

PART bersiap menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue dengan target dana sebanyak-banyaknya Rp200 miliar.

Gaspol Ekspansi, Cipta Perdana (PART) Bidik Rp200 Miliar dari Rights Issue
Pabrik PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART). Dok : Istimewa
Bacakan Artikel

EBuzz - Untuk mendanai rencana ekspansi dan memperkuat modal kerja, PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART) bersiap menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue dengan target dana sebanyak-banyaknya Rp200 miliar pada kuartal I-2027.

Direktur PART, Tjoeng Rino Saputra, menjelaskan bahwa, perolehan dana tersebut, setelah dikurangi biaya emisi, dialokasikan untuk pembelian bahan baku, peningkatan produksi, serta kebutuhan operasional lainnya.

Di saat bersamaan, Perseroan juga merencanakan aksi pembelian kembali (buyback) saham sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan anggaran maksimal Rp10 miliar.

"Pelaksanaan buyback bakal dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB," kata Tjoeng dalam keterbukaan informasi, Selasa (29/9/2026). (30/9).

Menurut Tjoeng, melalui penguatan modal kerja dan pengembangan produk, PART berupaya membangun ruang pertumbuhan yang lebih luas.

"Perseroan akan tetap mengembangkan bisnis komponen otomotif sekaligus memperluas kemampuan manufaktur dan engineering untuk melayani berbagai industri secara bertahap," paparnya.

Kinerja Keuangan PART

Sementara itu, sepanjang tahun 2025 perseroan mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 38,23%, atau naik dari Rp267,38 miliar pada 2024 menjadi Rp369,59 miliar.

Seiring dengan kenaikan pendapatan tersebut, laba kotor Perseroan meningkat 20,93% dari Rp58,53 miliar menjadi Rp70,78 miliar, laba usaha tumbuh 29,93% dari Rp31,26 miliar menjadi Rp40,62 miliar, dan laba bersih naik 29,97% dari Rp23,24 miliar menjadi Rp30,21 miliar.

Tojeng menilai, kinerja positif ini didorong oleh penguatan bisnis komponen otomotif serta langkah ekspansi ke produk non-otomotif melalui pemanfaatan kapabilitas engineering, welding, stamping, fabrikasi, perakitan, dan pengendalian kualitas.

PART tengah menggarap berbagai produk anyar seperti mesin pengering food tray, mesin panjat kelapa, gas oil water fryer, mesin penabur dolomit, hingga mesin digester Somya untuk merambah sektor pengolahan pangan, pertanian, dan peralatan industri.

Baca Juga : PART Raih Pinjaman Rp277,17 Miliar dari BCA untuk Dukung Proyek Baru

"Pertumbuhan kinerja tahun 2025 menjadi landasan penting bagi Perseroan untuk melanjutkan ekspansi. Ke depan, kami akan tetap berfokus pada penguatan bisnis utama, pengembangan produk, serta peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional," jelas Tjoeng.