Emiten AIMS Ungkap Optimalisasi Bisnis Perdagangan Batu Bara Jadi Fokus Utama

Di tengah lanskap industri perdagangan batubara yang kompetitif akibat pergerakan harga komoditas global dan regulasi sektor energi.

Emiten AIMS Ungkap Optimalisasi Bisnis Perdagangan Batu Bara Jadi Fokus Utama
DIreksi AIMS. Dok : Istimewa
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) buka suara terkait dinamika fluktuasi harga saham perseroan di pasar sekunder. Hal ini, sekaligus merespon pertanyaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kondisi tersebut. 

Corporate Secretary PT Artha Mahiya Investama Tbk, Anton Hidayat, memaparkan penjelasan resmi terkait perkembangan operasional perdagangan, kondisi keuangan, hingga dinamika fluktuasi harga saham perseroan di pasar sekunder.

Manajemen mengonfirmasi bahwa saat ini sedang mengeksekusi satu kontrak kerja sama perdagangan (trading) batubara.

"Kontrak yang tengah berjalan tersebut diproyeksikan mulai mencatatkan kontribusi pendapatan pada Laporan Keuangan Q3-2026," jelas Anton dalam keterbukaan informasi, Senin (12/10/2026). (13/10).

Anton menambahkan, saat ini perseroan tengah melakukan berbagai langkah optimalisasi lini bisnis, salah satunya dengan mengoptimalkan kegiatan usaha di bidang perdagangan batu bara.

"Perseroan saat ini terus berupaya mengoptimalkan kegiatan usaha di bidang perdagangan batu bara, serta secara aktif melakukan penjajakan peluang kerja sama dengan berbagai pihak guna menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan," terangnya.

Sementara itu, mengenai rencana diversifikasi atau pengembangan portofolio bisnis anyar ke depan, manajemen menyatakan seluruh inisiatif masih berada pada tahap penjajakan serta kajian internal.

"Belum ada keputusan definitif maupun komitmen mengikat yang dieksekusi, dan perseroan berkomitmen menyampaikan keterbukaan informasi apabila terdapat perkembangan material," tegas Anton.

Volatilitas Saham

Terkait pergerakan harga saham AIMS di pasar modal, manajemen menegaskan bahwa fluktuasi harga sepenuhnya merupakan hasil dari mekanisme pasar bebas di PT Bursa Efek Indonesia.

"Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran, sentimen investor, serta kondisi pasar modal secara umum tanpa ada intervensi khusus dari internal perseroan," ungkapnya.

Baca Juga : AIMS Siap Bertransformasi Jadi Holding Investasi, Siapkan Perubahan KBLI

Di tengah lanskap industri perdagangan batubara yang kompetitif akibat pergerakan harga komoditas global dan regulasi sektor energi, Anton menyampaikan bahwa perseroan belum menguasai pangsa pasar yang signifikan karena operasional bisnis masih dalam tahap pengembangan.