economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Usai Pengumuman MSCI, OJK Kumpulkan Analis Hingga Finfluencer

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) Pasar Modal menyelenggarakan kegiatan dialog strategis dengan sejumlah pelaku pasar modal, termasuk analis, ekonom hingga finfluencer.

Oleh Praditya 19 Oct 2026 08:31 3 menit baca

EBuzz - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) Pasar Modal menyelenggarakan kegiatan dialog strategis dengan sejumlah pelaku pasar modal, termasuk analis, ekonom, hingga financial influencer (finfluencer) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Minggu (18/10/2026). 

Pertemuan tersebut diselenggarakan untuk menyampaikan berbagai informasi terkini terkait perkembangan pasar modal sekaligus menyerap masukan serta pandangan dari para pemangku kepentingan dalam upaya memperkuat integritas dan menjaga tingkat kepercayaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan krusialnya dialog yang terbuka dan konstruktif antara pihak regulator dan para pelaku pasar guna mengidentifikasi masukan serta hal-hal penting yang membutuhkan perhatian bersama demi menjaga kepercayaan dan memperkuat pasar modal Indonesia.

“Regulator tidak hanya hadir untuk menyampaikan kebijakan kepada pelaku pasar. Kami justru ingin mendengar masukan dan pandangan secara terbuka, termasuk berbagai hal yang mungkin belum kami ketahui. Masukan tersebut penting untuk memperkuat langkah kita bersama dalam mengembangkan dan memperkuat pasar modal dalam negeri,” ujar Friderica dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/10/2026). (19/10).

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas PMDK OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa OJK bersama SRO dan seluruh pelaku pasar modal menyatakan komitmen bersama untuk terus melanjutkan serta memperkuat implementasi Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.

"Langkah strategis ini mencakup peningkatan transparansi pasar dan penguatan komunikasi dengan penyedia indeks global maupun investor, termasuk menindaklanjuti berbagai masukan terhadap pasar modal Indonesia," imbuhnya.

Sanksi Tegas OJK

Hasan Fawzi menambahkan bahwa, langkah penguatan integritas pasar modal juga diimbangi dengan penegakan hukum yang terukur. Pada 16 Oktober 2026, OJK resmi mengumumkan pengenaan sanksi administratif berupa denda dengan total nominal mencapai Rp2,1 triliun terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran di pasar modal.

Menurutnya, pengenaan sanksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses pemeriksaan berlanjut oleh OJK dan bukan tindakan reaktif terhadap dinamika pasar terkini.

“Pasar modal kita adalah rumah dan milik kita bersama. Berbagai tekanan yang dihadapi perlu kita respons dengan solusi yang konstruktif. Dalam kondisi ini, kita harus bersama-sama dan bersatu untuk memberikan respons yang terukur, serta menghadirkan fakta dan rasionalitas sebagai penyeimbang sentimen pasar,” tegas Hasan.

Hasan juga menegaskan bahwa aspirasi dari pelaku pasar, ekonom, dan finfluencer sangat dibutuhkan untuk menghasilkan rekomendasi yang objektif, berbasis data dan fakta, serta dapat segera ditindaklanjuti oleh OJK dan SRO, terlebih seiring dengan makin luasnya basis investor di pasar modal Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Iding Pardi menyampaikan bahwa penguatan transparansi menjadi salah satu fokus utama dalam reformasi pasar modal Indonesia.

"Upaya tersebut direalisasikan melalui perluasan keterbukaan informasi mengenai kepemilikan saham, klasifikasi investor, hingga konsentrasi kepemilikan saham, yang mana cakupan keterbukaan ini telah mendapatkan pengakuan (acknowledgement) serta apresiasi positif dari berbagai pihak," ucap Iding.

Baca Juga : Soroti Pengumuman MSCI, Analis Minta Investor Tetap Rasional

Melalui dialog ini, OJK dan SRO terus mendorong keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan saran dan pandangan constructive sebagai bahan pertimbangan dalam memperkuat konsolidasi pasar modal nasional, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor secara berkelanjutan.

Topik terkait
Dialog Pasar Modal SRO OJK Analis Pasar Modal Finfluencer