economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Usai Pengumuman MSCI, Bos CFA Society Beberkan 5 Prioritas Penguatan Bursa

Guna meningkatkan kualitas dan menjaga kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia, CFA Society Indonesia menggarisbawahi lima poin prioritas utama yakni penguatan transparansi dan keterbukaan informasi, perlindungan integritas pembentukan harga.

Oleh Praditya 20 Oct 2026 19:34 3 menit baca

EBuzz - CFA Society Indonesia menekankan krusialnya menjaga integritas pasar, efektivitas mekanisme pembentukan harga (price discovery), serta konsistensi keberlanjutan reformasi di pasar modal Indonesia.

Langkah ini disampaikan merespons pengumuman rencana reklasifikasi pasar yang diterbitkan oleh penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

President CFA Society Indonesia, Edwin Ridwan, CFA, menyampaikan bahwa integritas pasar serta proses pembentukan harga yang efektif merupakan dua pilar utama bagi terciptanya pasar modal yang dapat berfungsi secara optimal, kompetitif, dan berkelanjutan dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pasar modal yang kuat bukanlah pasar di mana harga dilindungi dari volatilitas, melainkan pasar di mana investor dapat percaya bahwa harga dibentuk secara adil, informasi diungkapkan secara transparan, dan aturan diterapkan secara konsisten," tegas Edwin, melalui keteranga tertulisnya Senin (19/10/2026). (20/10).

Lebih lanjut, Edwin menyatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap upaya penegakan hukum yang terus dijalankan oleh otoritas dan pihak berwenang guna menjamin akuntabilitas serta menciptakan efek jera yang nyata atas setiap pelanggaran di pasar modal.

Pihaknya menyambut baik setiap inisiatif yang ditujukan untuk memastikan konsistensi dan efektivitas penegakan regulasi secara lebih optimal di masa mendatang.

"CFA Society mengapresiasi berbagai langkah dan komitmen yang telah dijalankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), serta para pemangku kepentingan terkait dalam memperkuat tata kelola, transparansi, dan perlindungan investor," sambungnya.

5 Program Prioritas

Guna meningkatkan kualitas dan menjaga kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia, CFA Society Indonesia menggarisbawahi lima poin prioritas utama yakni penguatan transparansi dan keterbukaan informasi, perlindungan integritas pembentukan harga, mendorong penciptaan pasar yang adil, teratur, dan efisien, membangun kepercayaan investor secara berkelanjutan, serta mendorong transparansi tata kelola perusahaan serta akuntabilitas profesional.

"Pada akhirnya, kepercayaan investor tidak dapat diwajibkan melalui regulasi semata, melainkan harus dibangun dan diraih melalui transparansi, integritas, serta tindakan yang konsisten," ucap Edwin.

Dirinya menilai bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi jangka panjang yang sangat signifikan serta peluang besar untuk membangun pasar modal yang lebih dalam, inklusif, tangguh, dan berdaya saing di kancah internasional.

Kendati demikian, pencapaian potensi tersebut membutuhkan komitmen kolektif dan kolaborasi dari seluruh ekosistem pasar modal, mulai dari regulator, pihak bursa, perusahaan tercatat (emiten), perantara pedagang efek, profesional investasi, hingga investor.

"Kredibilitas dan daya saing jangka panjang pasar modal Indonesia tidak hanya diukur dari klasifikasi indeks, volume perdagangan, maupun kinerja pasar jangka pendek, melainkan dari tingkat efisiensi dan integritas pasar itu sendiri," tutupnya.

Baca Juga : Usai Pertemuan dengan MSCI, BEI Keluarkan 80 Saham HSC dari IHSG

Berpedoman pada Code of Ethics and Standards of Professional Conduct dari CFA Institute, CFA Society Indonesia menegaskan kesiapannya untuk terus memberikan kontribusi aktif melalui program edukasi profesional, kepemimpinan pemikiran (thought leadership), serta sinergi erat bersama regulator dan pelaku industri demi mewujudkan pasar keuangan nasional yang tepercaya dan berdaya saing global.
Topik terkait
CFA Society Program Prioritas Penguatan Transparansi MSCI BEI