economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Usai Pertemuan dengan MSCI, BEI Keluarkan 80 Saham HSC dari IHSG

Direktur Pengembangan Perusahaan BEI, Iding Pardi menyebukan saat ini terdapat 80 perusahaan tercatat yang masuk ke dalam kategori saham terkonsentrasi tinggi.

Oleh Praditya 20 Oct 2026 08:00 3 menit baca

EBuzz - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melangsungkan pertemuan secara dalam jaringan (daring) dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyusul pengumuman yang dirilis oleh pihak MSCI pada hari Jumat sebelumnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai hal terkait dinamika pasar modal nasional, kendati detail maupun kesimpulan hasil pembahasan tidak dapat diungkapkan kepada publik atas kesepakatan bersama. Meskipun isi pertemuan tidak dibeberkan secara terperinci, pihak bursa menegaskan komitmen berkelanjutan untuk terus melanjutkan reformasi di pasar modal Indonesia.

Guna memperkuat transparansi, kredibilitas, dan tata kelola pasar modal Indonesia ke depan, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, secara resmi mengumumkan dua inisiatif reformasi terbaru dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BEI, Jakarta.

Inisiatif baru yang pertama adalah penambahan keterangan status afiliasi pada publikasi nama pemegang saham di atas 1 persen, yakni memperjelas apakah pihak yang terdaftar bersifat terafiliasi atau tidak terafiliasi. Sementara itu, inisiatif kedua adalah kebijakan untuk mengeluarkan seluruh saham yang masuk dalam kategori high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Kedua inisiatif tersebut kami harapkan dapat memberikan transparansi yang lebih baik dan data pasar yang lebih berintegritas. Kedua inisiatif tersebut akan kami sampaikan segera waktu efektifnya," terang Jeffrey dalam keterangannya, Senin (19/10/2026). (20/10).

Jeffrey memastikan bahwa, emiten yang masuk ke dalam kategori HSC tidak mengalami penghapusan pencatatan saham (delisting), melainkan hanya dikeluarkan dari komponen perhitungan pergerakan IHSG. Sebelumnya, saham-saham dalam daftar HSC telah terlebih dahulu dikeluarkan atau tidak dapat masuk ke dalam beberapa indeks utama (flagship) bursa, seperti IDX30, LQ45, dan IDX80.

"Kedepannya seluruh saham dalam high shareholding concentration itu juga akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG. Tetap bisa diperdagangkan tetapi pergerakan harganya tidak akan mempengaruhi pergerakan IHSG," ucapnya.

80 Saham HSC Keluar

Menurutnya, kebijakan pengeluaran saham HSC dari IHSG diambil guna memberikan gambaran pergerakan indeks yang lebih wajar dan mencerminkan kondisi riil pasar, mengingat adanya potensi risiko pada saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi.

"Saat ini, porsi saham yang tergolong dalam kategori HSC berada pada kisaran 18 persen. Apabila saham yang bersangkutan di kemudian hari telah keluar dari daftar HSC, maka saham tersebut akan dimasukkan kembali menjadi konstituen perhitungan IHSG," jelas Jeffrey.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Perusahaan BEI, Iding Pardi menyebukan saat ini terdapat 80 perusahaan tercatat yang masuk ke dalam kategori saham terkonsentrasi tinggi atau High Shareholder Concentration (HSC).

"Saat ini ada 80 saham yang masuk HSC," singkat Iding.

Baca Juga : Masuk Daftar HSC, Kepemilikan Saham BIKE Tembus 93 Persen

Otoritas pasar modal menegaskan bahwa langkah-langkah reformasi ini dijalankan demi kebaikan dan kepentingan pasar modal dalam negeri secara keseluruhan, bukan semata-mata untuk memenuhi tuntutan penyedia indeks global semata.
Topik terkait
Emiten HSC 80 Emiten HSC BEI Saham