Tekan Impor LPG, Danantara Dorong Pertagas Kebut Proyek Jargas
Danantara Indonesia bersama Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) mendorong PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk mengambil peran strategis dalam mengakselerasi pembangunan jaringan gas (jargas).
EBuzz - Danantara Indonesia bersama Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) mendorong PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk mengambil peran strategis dalam mengakselerasi pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga nasional.
Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menekan alokasi subsidi energi sekaligus menghemat cadangan devisa akibat impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Arahan tersebut disampaikan oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, saat bertemu jajaran direksi Pertagas di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta.
Baca Juga : Bos Danantara Ungkap Merger KAI dan INKA Tuntas Sebelum 2027
Dony menegaskan bahwa, integrasi jaringan gas menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan pemanfaatan pasokan gas bumi domestik.
"Kalau ini bisa kita lakukan ke depan, menurut saya Pertamina Gas ini akan menjadi justru enabler untuk kita menurunkan subsidi di sisi energi kita, yang kedua juga mencegah terjadinya defisit outflow kita," ujar Dony, mengutip pernyataan resminya, Selasa (29/9/2026). (30/9).
Pengembangan Jargas di Kota Besar
Dony menambahkan, penguatan infrastruktur jargas rumah tangga yang terintegrasi akan membuka efisiensi secara menyeluruh dalam sistem energi nasional serta memangkas ketergantungan pada komoditas impor.
"Jadi kuncinya adalah dari jaringan gas. Nah ini akan menjadi fokus kita ke depan. Kalau itu kita bisa lakukan, devisa kita yang tidak perlu terbuang sia-sia itu banyak sekali bisa kita hemat," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Pertagas memaparkan peran perseroan dalam mengoperasikan pipa transmisi Cirebon-Semarang yang dibangun oleh Kementerian ESDM dengan skema APBN.
Guna memperluas daya jangkau pipa transmisi tersebut, Danantara menugaskan Pertagas untuk segera menyusun masterplan jargas nasional yang mencakup kesiapan infrastruktur, pemetaan model bisnis, hingga strategi komersialisasi pasar.
Baca Juga : BP BUMN Pangkas Entitas Pelindo dari 41 Jadi 24
Pengembangan awal jargas ditargetkan berfokus pada kota-kota besar yang memiliki kesiapan infrastruktur, seperti Jakarta dan Surabaya.