SIDO Siapkan Capex Rp150 Miliar, Mayoritas untuk Efisiensi dan Mesin
Alokasi capex tahun ini difokuskan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pemeliharaan mesin. Perseroan belum mengalokasikan belanja modal untuk penambahan kapasitas produksi karena tingkat utilisasi pabrik
EBuzz - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp120 miliar hingga Rp150 miliar pada 2026. Hingga semester I-2026, perseroan telah merealisasikan sekitar Rp24 miliar dari anggaran tersebut.
Direktur SIDO Budiyanto mengatakan, alokasi capex tahun ini difokuskan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pemeliharaan mesin. Perseroan belum mengalokasikan belanja modal untuk penambahan kapasitas produksi karena tingkat utilisasi pabrik masih berada di kisaran 50%-55%.
"Kami gunakan dana (capex) itu untuk efisiensi dan pemeliharaan mesin. Tidak ada untuk peningkatan kapasitas, semuanya masih cukup karena utilisasi kita baru sekitar 50% hingga 55%," kata Budiyanto dalam acara Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).
Budiyanto menjelaskan, kapasitas produksi yang masih memadai membuat perseroan memilih mengoptimalkan fasilitas yang telah dimiliki. Dengan strategi tersebut, belanja modal diarahkan untuk menjaga keandalan mesin serta mendukung efisiensi proses produksi.
“Di tengah strategi efisiensi, SIDO tetap mendorong inovasi produk sebagai salah satu sumber pertumbuhan. Produk C+Collagen dan minuman Ready-to-Drink (RTD) menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi perseroan,” jelasnya.
Pengembangan Produk Sido Muncul
Budiyanto menambahkan, SIDO mencatat posisi kas sebesar Rp476 miliar per 30 Juni 2026. Nilai tersebut meningkat tipis dibandingkan posisi kas pada akhir tahun buku 2025 sebesar Rp463 miliar.
“Posisi kas tersebut tetap terjaga setelah perseroan mengembalikan sekitar Rp1,41 triliun kepada pemegang saham melalui pembagian dividen dan pelaksanaan pembelian kembali saham. Perseroan juga mempertahankan neraca tanpa utang,” sambung Budiyanto.
Selain pengembangan produk, SIDO terus memperluas pasar internasional. Penjualan ekspor inti di luar produk minyak atsiri tumbuh 28% secara tahunan.
Kontribusi penjualan internasional meningkat menjadi sekitar 13% dari total penjualan SIDO, dibandingkan sekitar 10% pada tahun sebelumnya. Saat ini, produk-produk SIDO telah menjangkau 34 negara.
Baca Juga : Efek Geopolitik, Pendapatan Emiten Jamu SIDO Ambles di Q1-2026
Pertumbuhan ekspor tersebut antara lain ditopang oleh pasar Malaysia, Filipina, dan Nigeria. Perseroan terus mengembangkan pasar internasional sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, bersamaan dengan upaya mempertahankan efisiensi operasional dan posisi neraca.