Produksi Migas Tembus 170 Mboepd, MedcoEnergi Raup Laba Bersih AS$275 Juta
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sepanjang periode enam bulan pertama tahun ini, berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar AS$275 juta, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
EBuzz - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sepanjang periode enam bulan pertama tahun ini, berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar AS$275 juta, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatkan produksi minyak dan gas (migas), penguatan harga minyak dunia, serta kontribusi positif dari PT Amman Mineral Internasional Tbk setelah smelter tembaga dan emas beroperasi penuh.
Ronald Gunawan, CEO MedcoEnergi, menyampaikan bahwa hasil semester pertama mencerminkan keandalan Perseroan dalam eksekusi proyek dan manajemen operasi produksi.
“Fokus kami sepanjang semester ini adalah memastikan aset-aset utama beroperasi optimal dan proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal. Senoro Fase 2A telah beroperasi penuh pada Juni, dan Sakakemang tetap on track untuk gas pertama pada kuartal ketiga 2027. Ini adalah fondasi pertumbuhan kami ke depan,” ujar Ronald, melalui keterangan tertulisnya, Senin (21/9/2026). (22/9).
Baca Juga : MedcoEnergi (MEDC) Catat Produksi Migas 170 Mboepd, Naik 19%
Ronald menambahkan, dari sisi kinerja operasional migas, produksi MedcoEnergi pada semester I-2026 mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), sesuai dengan panduan tahun 2026. Sektor gas menyumbang bagian terbesar, yaitu sekitar 72% dari total produksi.
"Capaian tersebut didorong oleh kinerja blok-blok migas utama Perseroan, mencakup tambahan hak partisipasi di Blok Corridor, kinerja Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, pengeboran pengembangan Lapangan Bualuang di Thailand, penyelesaian proyek Bisat C di Blok 60 Oman, serta kontribusi produksi penuh dari proyek Senoro Fase 2A," pungkasnya.
Pada periode yang sama, Perseroan memperluas portofolio dengan menandatangani Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) Blok Nawasena di Jawa Timur serta Blok Cendramas di Malaysia. Penunjukan Perseroan sebagai operator di Blok Cendramas menandai operasi produksi pertama MedcoEnergi di Malaysia.
Segmen Ketenagalistrikan dan Pertambangan
Pada segmen ketenagalistrikan, MedcoEnergi membukukan penjualan listrik sebesar 2.323 GWh. Realisasi ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, disokong oleh keandalan operasional Dalle Energy Batam (DEB), ekspansi Energi Listrik Batam (ELB), serta operasional PLTS Bali Timur. Porsi energi terbarukan mencakup sekitar 25 persen dari total penjualan listrik.
MedcoEnergi membukukan pendapatan sebesar AS$1.415 juta, EBITDA sebesar AS$805 juta dan laba kotor sebesar AS$588 juta. Biaya kas produksi minyak dan gas terjaga di AS$8,4 per barel setara minyak, di bawah panduan tahun ini.
Laba bersih semester I yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar AS$275 juta, membaik dari periode yang sama tahun lalu seiring meningkatnya produksi minyak dan gas, dan membaiknya harga minyak dunia serta kontribusi Amman Mineral setelah operasi smelter berjalan secara penuh.
Lebih lanjut Ronald menambahkan, MedcoEnergi memutuskan untuk mempertahankan target panduan operasional 2026, dengan target produksi migas sebesar 165–170 mboepd, penjualan listrik sebesar 4.550 GWh, dan biaya kas produksi migas di bawah AS$10 per barel setara minyak.
Baca Juga : Perluas Bisnis Eksplorasi, Medco (MEDC) Garap Blok Migas Nawasena
Untuk mengoptimalkan peluang pertumbuhan yang bernilai tambah, Perseroan merevisi naik panduan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2026 menjadi AS$450–475 juta untuk segmen Minyak & Gas Bumi, serta hingga AS$50 juta untuk segmen Ketenagalistrikan.