Peremajaan Armada, GTRA Dapat Kredit Rp195 Miliar dari Bank Mandiri
PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA), secara resmi menandatangani perjanjian fasilitas kredit investasi senilai Rp195 miliar bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
EBuzz - PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA), secara resmi menandatangani perjanjian fasilitas kredit investasi senilai Rp195 miliar bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Direktur Utama PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk, Ronny Senjaya, dalam keterbukaan informasi publik di Jakarta pada Selasa, 21 Oktober 2026, menjelaskan bahwa seluruh alokasi dana pinjaman tersebut akan dipergunakan secara khusus untuk membiayai pengadaan unit kendaraan atau truk komersial baru.
"Hasil transaksi ini akan digunakan Perseroan untuk pembelian truk baru guna keperluan usaha," katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).
Periode Pinjaman
Menurutnya, dengan nilai fasilitas pinjaman kredit mencapai Rp195 miliar, transaksi ini mencakup porsi sekitar 44,2 persen dari total ekuitas perseroan. Manajemen memastikan bahwa aksi korporasi ini dikecualikan dari kewajiban penggunaan penilai independen maupun persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terlebih dahulu.
"Manajemen juga menegaskan tidak terdapat dampak negatif yang bersifat material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan," ungkap Ronny.
Adapun fasilitas pinjaman korporasi ini memiliki jangka waktu total selama 98 bulan, yang mencakup 12 bulan masa ketersediaan, kemudian 2 bulan masa tenggang, serta 84 bulan masa angsuran pokok pinjaman dengan tingkat suku bunga awal dipatok sebesar 8,50 persen per tahun.
"Sebagai jaminan atas fasilitas kredit tersebut, perseroan memberikan agunan berupa fidusia atas kendaraan yang dibiayai sebesar 111% dari total plafon fasilitas, serta penjaminan pribadi," jelasnya.
Baca Juga : Ekspansi Armada, Grahaprima (GTRA) Dapat Kredit Rp130,5 M
Melalui penambahan armada truk baru ini, perseroan menyatakan optimismenya untuk meningkatkan kapasitas pemenuhan permintaan transportasi logistik pelanggan, mendongkrak pendapatan omzet melalui ekspansi jumlah armada, sekaligus merealisasikan peremajaan terhadap unit kendaraan lama yang membutuhkan biaya perawatan tinggi.