economixbuzz Versi penuh
Ekonomi & Bisnis

OJK Soroti Bisnis Bank Digital : Jangan Cuma Sekedar Gimik

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan pelaku industri perbankan digital agar tidak menjadikan digitalisasi sekadar strategi gimik. Bank digital didorong menghadirkan inovasi konkret yang memberikan nilai tambah sekaligus memperluas akses layanan.

Oleh Praditya 14 Sep 2026 06:36 2 menit baca

EBuzz - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan pelaku industri perbankan digital agar tidak menjadikan digitalisasi sekadar strategi gimik.

Bank digital didorong menghadirkan inovasi konkret yang memberikan nilai tambah sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat yang belum terlayani secara optimal.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, momentum perkembangan teknologi digital perlu dimanfaatkan pelaku industri untuk menciptakan pembeda yang nyata dibandingkan perbankan konvensional.

“Saya berharap bahwa bisnis bank digital ini bukan hanya sekadar gimik belaka, tetapi memang betul-betul memanfaatkan momentum era digital,” ujar Dian, dikutip Minggu (13/9/2026). (14/9).

Baca Juga : OJK: POJK Demutualisasi BEI Masuk Tahap Harmonisasi

Menurut Dian, pengembangan bank digital tidak cukup hanya mengandalkan persaingan produk maupun fasilitas layanan yang telah tersedia di pasar. Industri perlu mengembangkan skema produk baru yang mampu menjangkau kelompok masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan perbankan secara maksimal.

Dengan demikian, bank digital tidak hanya memindahkan layanan perbankan konvensional ke kanal digital, tetapi juga dapat memperluas penetrasi pasar dan mendukung pengembangan ekosistem layanan keuangan nasional.

“Keuangan digital harus memiliki pembeda yang dapat memberikan competitive advantage dibandingkan dengan bank pada umumnya,” katanya.

Arah Pengembangan Bank Digital

Dian menjelaskan, arah pengembangan bank digital ke depan perlu berlandaskan tiga prinsip utama, yakni berkelanjutan, inklusif, dan trusted.

Dari sisi keberlanjutan, inovasi digital di sektor perbankan perlu terus dikembangkan seiring semakin dominannya penggunaan teknologi informasi dalam aktivitas masyarakat dan dunia usaha. 

"Kondisi tersebut menuntut bank untuk terus beradaptasi dalam menyediakan solusi keuangan," tegas Dian.

Sementara prinsip inklusif mengharuskan bank digital memperluas akses layanan melalui diversifikasi produk bagi kelompok masyarakat yang belum terjangkau secara optimal.

Adapun aspek kepercayaan menjadi salah satu faktor penting seiring meningkatnya risiko kejahatan siber dan pesatnya adopsi teknologi baru. Ketergantungan bank digital terhadap platform teknologi juga membuat keamanan dan ketahanan digital menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan nasabah.

“Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat merupakan hal yang utama bagi perkembangan organik bank digital,” ujar Dian.

Baca Juga : Kepala Bursa Mineral OJK: RI Harus Lepas dari Bayang-Bayang Harga Nikel Asing

Karena itu, OJK mendorong bank digital untuk terus memperkuat ketahanan digital guna mengantisipasi berbagai risiko teknologi sekaligus menjaga kepercayaan nasabah dan masyarakat.

Topik terkait
OJK Bank Digital Inovasi Bank Digital Layanan Bank Digital