Brantas Abipraya Gelar Sertifikasi MSDM Gratis
Sertifikasi MSDM tersebut mencakup sejumlah kompetensi, antara lain penyusunan kebutuhan tenaga kerja, analisis jabatan.
EBuzz - PT Brantas Abipraya (Persero) memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perseroan memberikan akses sertifikasi secara gratis kepada 100 peserta. Program tersebut tidak hanya ditujukan bagi insan Brantas Abipraya, tetapi juga terbuka bagi mahasiswa, mahasiswi, serta mitra perseroan.
Pembukaan kegiatan sertifikasi turut dihadiri Direktur Eksekutif Forum Human Capital Indonesia RR. Lieke Roosdianti, Koordinator Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BP BUMN Fahrudin Mutamin, serta Ketua LSP HCMI Rini.
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal PT Brantas Abipraya (Persero), Purnomo, mengatakan sertifikasi kompetensi merupakan bagian dari investasi perusahaan dalam pengembangan kualitas Human Capital.
“Antusiasme terhadap program ini sangat tinggi, tercermin dari 300 pendaftar yang mengikuti proses seleksi dan 100 peserta terpilih untuk melanjutkan ke tahap sertifikasi. Kami ingin memastikan kesempatan pengembangan kompetensi ini diberikan kepada peserta yang siap dan memiliki komitmen untuk terus belajar,” ujar Purnomo melalui keterangan tertulisnya, Jumat (11/9/2026). (13/9).
Menurut Purnomo, dinamika industri konstruksi mendorong perusahaan dan SDM untuk terus meningkatkan kemampuan. Perubahan teknologi, digitalisasi, perkembangan regulasi ketenagakerjaan, serta tuntutan tata kelola perusahaan menjadi sejumlah aspek yang membutuhkan peningkatan kompetensi.
“Di tengah perubahan yang sangat cepat, kita tidak cukup hanya memiliki pengalaman. Kita harus memastikan bahwa pengalaman tersebut didukung oleh kompetensi yang terukur, pengetahuan yang terus diperbarui, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan,” tambahnya.
Sertifikasi MSDM
Sertifikasi MSDM tersebut mencakup sejumlah kompetensi, antara lain penyusunan kebutuhan tenaga kerja, analisis jabatan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), remunerasi, administrasi pengupahan, jaminan sosial, hubungan kerja, serta pembelajaran dan pengembangan SDM.
Purnomo mengatakan penguatan kompetensi tersebut sejalan dengan transformasi peran Human Capital yang tidak lagi terbatas pada fungsi administratif, tetapi juga berperan sebagai strategic partnerdalam memastikan kesiapan SDM, kompetensi, organisasi, dan sistem untuk mendukung strategi perusahaan.
“Ketika perusahaan ingin tumbuh, kita harus memastikan talent yang kita miliki siap untuk tumbuh dan bertransformasi. Ketika perusahaan menghadapi tantangan baru, kita harus memiliki insan yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan tersebut,” jelas Purnomo.
Pemberian sertifikasi gratis kepada 100 peserta melalui program TJSL juga menjadi bagian dari upaya Brantas Abipraya memperluas manfaat pengembangan kompetensi. Program tersebut diharapkan dapat memberikan nilai bagi peserta sekaligus mendukung penguatan ekosistem SDM di industri konstruksi.
Baca Juga : Brantas Abipraya Borong 4 Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Purnomo menambahkan, perusahaan terus mendorong budaya learning dan continuous improvementmelalui pengembangan kompetensi internal maupun sertifikasi profesional.
“Melalui program ini, Brantas Abipraya berharap peserta tidak menjadikan pelatihan dan sertifikasi sebagai formalitas, melainkan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas perspektif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perusahaan dan lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.