Kredit Konsumsi Diramal Tumbuh Terbatas di Kuartal III-2026
EBuzz - Kredit konsumsi diproyeksikan masih mencatatkan pertumbuhan pada triwulan III-2026. Namun, laju ekspansinya diperkirakan belum optimal karena ketidakpastian ekonomi global dan tekanan daya beli masyarakat masih membayangi permintaan pembiayaan rumah tangga.
Kredit Multiguna dan KPR Jadi Penopang
Survei Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (SBPO) Triwulan III-2026 mencatat mayoritas responden optimistis kredit konsumsi akan tumbuh pada periode tersebut. Perbankan memproyeksikan pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kredit multiguna.
Bank pembangunan daerah memperkirakan permintaan kredit multiguna meningkat seiring bertambahnya kebutuhan pembiayaan dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain kredit multiguna, permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga diproyeksikan meningkat.
Optimalisasi program pemerintah turut mendorong proyeksi tersebut, termasuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki rumah pertama.
Daya Beli Tertekan, Ekspansi Kredit Masih Terbatas
Meski proyeksi pertumbuhan tetap positif, sejumlah faktor menahan laju ekspansi kredit konsumsi secara signifikan. Ketidakpastian ekonomi global dan tekanan daya beli masyarakat berpotensi membatasi kemampuan rumah tangga mengambil tambahan pembiayaan.
Proyeksi ini sejalan dengan perkembangan penyaluran kredit konsumer yang masih tumbuh, meski melambat. Data Bank Indonesia (BI) mencatat kredit konsumer per Juli 2026 tumbuh 5,3% secara year on year (YoY), turun dibandingkan pertumbuhan Juni 2026 sebesar 5,7% YoY.
Perlambatan Merata di Sejumlah Segmen
Perlambatan kredit konsumer dipengaruhi oleh melemahnya pertumbuhan kredit kepemilikan rumah dan kredit multiguna. Kredit kepemilikan rumah per Juli 2026 tumbuh 4,3% YoY, melambat dari 4,4% YoY pada bulan sebelumnya.
Kredit multiguna mencatatkan pertumbuhan 7,6% YoY, lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 8,3% YoY. Sementara itu, kredit kendaraan bermotor masih mengalami kontraksi hingga 10% YoY, menandakan tekanan daya beli paling terasa pada segmen pembiayaan otomotif.
Baca Juga BEI Tunda RUPSLB, Tunggu Aturan Demutualisasi Rampung
Proyeksi Pertumbuhan Tetap Positif
Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menyatakan kredit konsumer pada kuartal III-2026 masih berpotensi tumbuh positif di kisaran 5% hingga 6%.
Pelaku industri kini mencermati kemampuan perbankan menjaga momentum pertumbuhan kredit multiguna dan KPR sebagai penopang utama, di tengah tekanan berkelanjutan pada segmen kredit kendaraan bermotor yang masih terkontraksi.