IHSG Anjlok, Danantara Bakal Perbesar Kepemilikan Saham BUMN
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa pihak Danantara Indonesia berencana untuk menambah kepemilikan saham pada perusahaan-perusahaan pelat merah.
EBuzz - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa pihak Danantara Indonesia berencana untuk menambah kepemilikan saham pada perusahaan-perusahaan pelat merah yang telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dony menjelaskan bahwa, langkah penambahan porsi saham tersebut akan diprioritaskan pada saham-saham BUMN yang dinilai memiliki kinerja fundamental yang kuat dan solid. Pihak Danantara Investment berniat mengambil peluang investasi di tengah dinamika dan gejolak yang sedang terjadi di pasar modal Indonesia.
"Kalau bagus ya kita beli, terutama saham-saham BUMN kan, dan nanti akan menambah kepemilikannya. Kita akan cek terutama sekali saham-saham yang bagus, ya, yang fundamentalnya bagus," terang Dony, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Fundamental Perusahaan BUMN
Ia menegaskan kembali bahwa evaluasi serta eksekusi penambahan kepemilikan saham tersebut akan terus mempertimbangkan kualitas fundamental dari masing-masing entitas perusahaan BUMN.
Kendall demikian, dirinya belum membeberkan secara terperinci mengenai daftar emiten BUMN yang menjadi target maupun besaran nilai alokasi investasi yang dipersiapkan untuk aksi pembelian saham tersebut.
"Keputusan Danantara Indonesia untuk memperbesar porsi kepemilikan saham di bursa merupakan bagian dari strategi dalam memanfaatkan peluang momentum di pasar modal dalam negeri," tegasnya.
Baca Juga : Tekan Impor LPG, Danantara Dorong Pertagas Kebut Proyek Jargas
Sementara itu, menanggapi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengalami penurunan hingga menembus ke bawah level psikologis 5.500, Dony Oskaria menilai bahwa pergerakan fluktuatif tersebut merupakan bagian dari dinamika wajar di pasar saham. Pihaknya menekankan pentingnya fokus pada kekuatan ekonomi dasar dan kinerja emiten.