economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

FORU Siapkan Rights Issue Rp27,1 Triliun, Tawarkan Harga Rp126

PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) akan melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue dengan nilai pelaksanaan mencapai Rp27,1 triliun.

Oleh Praditya 14 Sep 2026 14:04 2 menit baca

EBuzz - PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) akan melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue dengan nilai pelaksanaan mencapai Rp27,1 triliun.

Direktur Utama Fortune Indonesia Anirudh Misra mengatakan, perseroan akan menerbitkan sebanyak 215.096.316.400 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 99,79% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah pelaksanaan PMHMETD I.

Anirudh menjelaskan, setiap pemegang 100 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 23 September 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 46.235 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham.

“Pelaksanaan PMHMETD I ini telah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Juli 2026,” ujar Anirudh dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/9/2026).

Baca Juga : Sinergi Inti (INET) Cetak Pendapatan Rp926,45 Miliar, Melonjak 1.958%

Dari aksi korporasi tersebut, perseroan akan memperoleh dana sebesar Rp27,1 triliun sebelum dikurangi biaya-biaya emisi.

"Sebagian besar dana, yakni sekitar Rp20,8 triliun, akan digunakan untuk memperoleh saham PT Borneo Prima (BP) sebanyak 10.780 saham Seri A yang sebelumnya dimiliki oleh IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH)," tegasnya.

Penggunaan Dana Rights Issue

IMR AH akan melaksanakan 165.216.755.166 HMETD dalam PMHMETD I melalui penyetoran saham dalam bentuk selain uang (inbreng).

Penyetoran tersebut dilakukan dengan mengalihkan kepemilikan 49% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor PT Borneo Prima atau sebanyak 10.780 saham Seri A milik IMR AH. Nilai seluruh saham yang disetorkan tersebut mencapai Rp20,8 triliun.

Lebih lanjut Anirudh menambahkan, dengan transaksi tersebut, Fortune Indonesia akan memperoleh kepemilikan atas saham BP melalui skema penyertaan modal dalam bentuk inbreng.

Sementara sisa dana hasil PMHMETD I akan disalurkan perseroan dalam bentuk pinjaman kepada BP. Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja terkait kegiatan operasional, termasuk aktivitas yang mendukung kegiatan operasional pertambangan dan menunjang aktivitas produksi.

"HMETD FORU dapat diperdagangkan di dalam maupun di luar Bursa Efek Indonesia selama tujuh hari kerja, mulai 25 September 2026 hingga 6 Oktober 2026," ucap Anirudh.

Baca Juga : Saham FORU dan OASA Melejit Jelang RUPS, Rights Issue Rp 27,1 Triliun Jadi Sorotan

Pencatatan saham baru hasil pelaksanaan HMETD di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 25 September 2026. Sementara HMETD yang tidak dilaksanakan hingga berakhirnya periode perdagangan dan pelaksanaan akan dinyatakan tidak berlaku.

Topik terkait
PT Fortune Indonesia Tbk. FORU Rights Issue FORU PMHMETD