economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Ditopang Proyek Pemerintah, WSKT Bawa Pulang Kontrak Rp5,6 Triliun

Perolehan kontrak baru BUMN konstruksi ini masih didominasi oleh proyek-proyek dari pemerintah pusat dengan porsi mencapai 49,2 persen.

Oleh Praditya 28 Sep 2026 14:10 2 menit baca

EBuzz - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membukukan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp5,6 triliun hingga Agustus 2026. Perolehan kontrak baru BUMN konstruksi ini masih didominasi oleh proyek-proyek dari pemerintah pusat dengan porsi mencapai 49,2 persen.

Corporate Secretary Waskita Karya Steven Subiantoro menyampaikan bahwa raihan tersebut menjadi indikator keberlanjutan kinerja perseroan di tengah tantangan industri.

"Total nilai kontrak baru pada Juli 2026 menunjukkan adanya pencapaian kinerja berkelanjutan. Angka itu menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan," ujar Steven dalam keterangan resmi, Senin (28/9/2026).

Kontributor Kontrak WSKT

Steven menjelaskan, selain pemerintah pusat, kontribusi NKB perseroan hingga Agustus 2026 ditopang oleh anak usaha sebesar 20 persen, pengembangan bisnis 11,8 persen, sektor swasta 9,8 persen, pemerintah daerah 5,1 persen, serta BUMN dan BUMD sebesar 4 persen.

"Berdasarkan jenis pekerjaannya, proyek infrastruktur konektivitas menjadi penopang utama dengan kontribusi 41,6 persen, disusul infrastruktur air sebesar 20,7 persen, dan proyek bangunan gedung sebesar 17,7 persen. Salah satu pengerjaan proyek pemerintah pusat tahun ini mencakup pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Papua," jelasnya.

Steven menegaskan bahwa, perseroan tetap menerapkan prinsip selektivitas dalam membidik proyek-proyek baru guna menjaga stabilitas arus kas dan meminimalisasi risiko.

"Kami tetap selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan. Waskita Karya menghindari proyek turnkey maupun investasi, serta berfokus pada proyek berskema monthly payment dan memiliki uang muka," tutur Steven.

Dalam kurun satu dekade terakhir, Waskita Karya tercatat telah menyelesaikan pengerjaan 30 bendungan, 41 jaringan irigasi, 20 fasilitas rumah sakit, 15 sarana pendidikan, 92 jalan tol, serta 19 proyek konektivitas daerah.

Perseroan menyatakan bakal memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, dan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam menjalankan seluruh pengerjaan proyek.

Baca Juga : Waskita Karya (WSKT) Rampungkan Restrukturisasi, Intip Dampaknya

"Ke depannya, perseroan menargetkan peningkatan perolehan kontrak baru dan kinerja keuangan yang lebih baik. Keoptimisan ini didorong oleh besarnya peluang Waskita Karya dalam mengerjakan berbagai proyek strategis pemerintah, BUMN, swasta, hingga luar negeri," kata Steven.

Topik terkait
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. WSKT Perolehan Kontrak Proyek Pemerintah BUMN Konstruksi