CEO Networking 2026, OJK dan SRO Gaungkan Transparansi dan Tata Kelola
Penyelenggaraan CEO Networking 2026 berfokus pada penguatan peran kepemimpinan dan tata kelola perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi global serta transformasi pasar modal.
EBuzz - PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggelar forum CEO Networking 2026 dengan tema "Transforming Challenges into Value: Driving Growth and Increasing Trust through Transparency".
Penyelenggaraan CEO Networking 2026 berfokus pada penguatan peran kepemimpinan dan tata kelola perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi global serta transformasi pasar modal.
Dalam forum tersebut, transparansi ditekankan tidak sekadar pemenuhan kewajiban regulasi keterbukaan Informasi, melainkan sebagai bagian dari strategi korporasi dalam membangun kredibilitas, meningkatkan kepercayaan investor, dan memperkuat daya saing.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan pentingnya pembacaan peluang dan adaptabilitas perusahaan dalam mengelola setiap tantangan bisnis menjadi nilai tambah bagi ekosistem pasar modal.
"Kami berharap, forum CEON 2026 dapat memberikan perspektif baru, memperkuat kolaborasi, serta mendorong untuk terus menciptakan kemajuan, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi pasar modal dan perekonomian Indonesia," ujar Jeffrey Hendrik melalui keterangan tertulisnya, Selasa (3/11/2026). (4/11).
Jaga Integritas Pasar Modal RI
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengarisbawahi bahwa penguatan ekosistem investasi nasional membutuhkan sinergi yang konsisten antar-pemangku kepentingan serta kepemimpinan korporasi yang berintegritas.
Menurutnya, kemajuan pasar modal Indonesia membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga optimisme pertumbuhan serta memperkuat kepercayaan investor. Hal tersebut harus didukung oleh reformasi yang konsisten, penguatan transparansi dan tata kelola, serta kepemimpinan yang berintegritas di setiap perusahaan.
"Kami meyakini bahwa transparansi dan integritas bukanlah beban, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kepercayaan dan mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia yang berkelanjutan," papar Friderica.
Sementara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan introductory speech yang menyoroti perlunya perluasan implementasi tata kelola perusahaan secara merata di seluruh lini industri pasar modal.
"Melalui forum ini, kita dapat saling berbagi pengalaman dan memperkuat pemahaman mengenai penerapan transparansi, integritas, dan akuntabilitas dalam praktik bisnis. Transparansi merupakan instrumen penting untuk membangun kepercayaan investor, memperkuat akuntabilitas perusahaan, serta mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan," tutur Hasan Fawzi.
Baca Juga : OJK Beberkan Tiga Pilar Kunci untuk Jadikan Pasar Modal Lebih Tangguh
Forum CEO Networking 2026 ini diharapkan menjadi pendorong utama bagi para emiten dalam mentransformasi tantangan operasional maupun makroekonomi menjadi peluang pertumbuhan bisnis jangka panjang.