economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Laba RMKO Melonjak 1.034%, Pendapatan Sembilan Bulan Tembus Rp345 Miliar

Emiten jasa pendukung pertambangan ini membukukan laba bersih Rp48,6 miliar pada kuartal III 2026, melonjak 1.034% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Oleh ASA 04 Nov 2026 12:48 4 menit baca

EBuzz PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) mencatat perbaikan kinerja sepanjang 2026. Emiten jasa pendukung pertambangan ini membukukan laba bersih Rp48,6 miliar pada kuartal III 2026, melonjak 1.034% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja tersebut ditopang peningkatan volume pengangkutan batu bara (hauling), pemuatan batu bara ke kereta (train loading), serta kemajuan proyek konstruksi. Pada periode yang sama, EBITDA RMKO mencapai Rp74,8 miliar.

Secara kumulatif, pendapatan usaha RMKO selama Januari–September 2026 (9M 2026) tumbuh 57,4% secara tahunan menjadi Rp345,3 miliar. Sementara itu, pada kuartal III saja, pendapatan naik 32,8% menjadi Rp164,1 miliar.

Seluruh lini bisnis mencatat pertumbuhan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Segmen konstruksi menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kenaikan 130,9% menjadi Rp143,7 miliar atau 41,6% dari total pendapatan. Peningkatan ini didorong progres pembangunan fasilitas pendukung grup di Sumatera Selatan.

Pendapatan jasa rental naik 50,1% menjadi Rp98,8 miliar, setara 28,6% dari total pendapatan. Pertumbuhan ini didukung peningkatan aktivitas train loading. Adapun jasa pertambangan tumbuh 12,5% menjadi Rp102,8 miliar atau 29,8% dari total pendapatan, seiring kenaikan volume hauling.

Volume Operasional Melonjak

Pertumbuhan pendapatan berjalan seiring dengan peningkatan aktivitas operasional. Volume hauling pada kuartal III 2026 mencapai 578,7 ribu ton, melonjak 138,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif, volumenya mencapai 1,1 juta ton atau tumbuh 122,4%.

Sementara itu, volume train loading pada kuartal III naik 77,9% menjadi 994,8 ribu ton. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, volumenya mencapai 2,3 juta ton, meningkat 155,9% secara tahunan.

Kenaikan aktivitas tersebut turut mendorong profitabilitas. EBITDA kuartal III 2026 meningkat 225,6% menjadi Rp74,8 miliar, dengan margin 45,6%.

Secara kumulatif, EBITDA RMKO mencapai Rp59,4 miliar dengan margin 17,2%. Capaian ini berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika perusahaan mencatat EBITDA negatif Rp9,3 miliar.

Perbaikan juga terlihat pada laba bersih. Meski laba kuartal III mencapai Rp48,6 miliar, secara kumulatif RMKO membukukan laba Rp1,2 miliar hingga September 2026. Hasil ini berbalik dari rugi bersih Rp51,3 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Dari sisi neraca, total aset RMKO per kuartal III 2026 meningkat 10,6% dibandingkan akhir 2025 menjadi Rp616,2 miliar.

Pada saat yang sama, total liabilitas turun 14,2% menjadi Rp325,1 miliar. Utang finansial juga menyusut 40,6%, dari Rp95,5 miliar menjadi Rp56,7 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas utang jangka pendek Rp35,6 miliar dan utang jangka panjang Rp21,1 miliar.

Sementara itu, total ekuitas meningkat 63,4% menjadi Rp291,1 miliar. Perbaikan struktur permodalan ini tercermin dari rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio/DER) yang turun dari 0,54 kali menjadi 0,19 kali. Angka tersebut berada jauh di bawah batas maksimum covenant kredit sebesar 2,5 kali.

Penguatan ekuitas turut ditopang penyelesaian Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue pada 21 Juli 2026. Melalui aksi korporasi tersebut, RMKO menghimpun dana Rp114,3 miliar dengan menerbitkan 326.712.095 saham baru pada harga Rp350 per saham.

Pemegang saham utama, PT RMK Investama, menyerap seluruh haknya senilai Rp108 miliar. Sementara itu, partisipasi investor publik mencapai Rp6,3 miliar. Dana hasil rights issue digunakan untuk memperkuat likuiditas dan mendukung kegiatan operasional perusahaan.

Layani Enam Tambang Sepanjang 2026

Direktur Operasional RMKO, Daniel Yosa, mengatakan salah satu pendorong perbaikan kinerja adalah bertambahnya jumlah tambang pihak ketiga yang menggunakan jasa perseroan.

Sepanjang 2026, RMKO telah melayani enam tambang, yakni Duta Bara Utama, Cakrawala Pratama Manunggal, Sahala Bara Lestari, Ulima Nitra, Sinar Wijaya Energi, dan Tiga Putri Bersaudara.

Ke depan, perusahaan akan melanjutkan investasi grup pada infrastruktur jalan hauling. Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas konektivitas ke tambang-tambang potensial serta meningkatkan kualitas jalan menggunakan teknologi chip seal untuk mendukung pertumbuhan volume.

Direktur Keuangan RMKO, Elbert, menjelaskan bahwa layanan terintegrasi dari hulu hingga hilir memungkinkan perusahaan memperoleh sumber pendapatan secara berurutan dari volume batu bara yang sama.

Ia juga menjelaskan bahwa volume dari tambang pihak ketiga yang perjanjiannya berada di bawah RMKE dicatat sebagai pendapatan berelasi, meskipun sumber volumenya tetap berasal dari tambang pihak ketiga.

RMKO berharap pertumbuhan bisnis dapat berlanjut seiring bertambahnya tambang yang dilayani. Namun, realisasi kinerja ke depan tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk kejelasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta kebijakan ekspor.

Topik terkait
RMKO Royaltama Mulia Kontraktorindo