Bidik Target Rp250 Triliun di 2026, OJK Kantongi 29 Emiten Antre Penawaran Umum
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan terdapat 29 perusahaan tercatat yang masuk ke dalam pipeline untuk melalukan penawaran umum di pasar modal Indonesia dengan total nilai mencapai Rp26,47 triliun.
EBuzz - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan terdapat 29 perusahaan tercatat yang masuk ke dalam pipeline untuk melalukan penawaran umum di pasar modal Indonesia dengan total nilai mencapai Rp26,47 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa target penghimpunan dana di pasar modal sepanjang tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp250 triliun. Realisasi akhir tahun akan dipengaruhi oleh berbagai dinamika pasar serta kondisi eksternal.
"Dengan target penghimpunan dana di tahun 2026 sebesar Rp250 triliun kami melihat realisasi hingga akhir tahun nanti akan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti dinamika pasar, minat investor, serta pertimbangan emiten dalam menentukan momentum yang tepat untuk penerbitan dan biaya pendanaan," ujar Hasan dalam keterangan resminya, Senin (5/10/2026). (6/10).
Ia menambahkan, OJK akan berfokus mengawal perkembangan minat penerbitan efek sembari memastikan aspek pelindungan investor dan keterbukaan informasi tetap terjaga.
"OJK akan terus mencermati perkembangan tersebut dan akan terus mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pembiayaan dengan tetap mengedepankan kualitas keterbukaan informasi dan pelindungan kepada investor," lanjutnya.
Pipeline Pencatatan Saham
Sementara itu, berdasarkan laporan Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham hingga 2 Oktober 2026. Sepanjang tahun berjalan hingga periode tersebut, sebanyak tujuh perusahaan telah mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, menjelaskan bahwa berdasarkan klasifikasi aset yang mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, dari tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham tersebut, dua perusahaan merupakan perusahaan dengan aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar.
Kemudian, tiga perusahaan memiliki aset skala menengah, yakni antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara itu, dua perusahaan lainnya merupakan perusahaan dengan aset skala besar atau di atas Rp250 miliar.
"Dari sisi sektor, pipeline pencatatan saham didominasi sektor healthcare dengan empat perusahaan. Selanjutnya, terdapat dua perusahaan dari sektor energy dan satu perusahaan dari sektor industrials," jelas Saidu.
Sedangkan pipeline obligasi hingga 2 Oktober 2026 telah diterbitkan 135 emisi dari 62 penerbit Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS). Total dana yang dihimpun mencapai Rp 132,98 triliun. Sementara itu, masih terdapat 24 emisi dari 17 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline.
Baca Juga : Siap-Siap, Dua Perusahaan Beraset Jumbo Bakal Manggung di Bursa
Adapun untuk rights issue, per 2 Oktober 2026 terdapat 15 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai mencapai Rp16,23 triliun. BEI juga mencatat masih terdapat satu perusahaan tercatat yang berada dalam pipeline rights issue.