economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Siap-Siap, Dua Perusahaan Beraset Jumbo Bakal Manggung di Bursa

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis sebanyak tujuh perusahaan berada dalam pipeline penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Oleh Praditya 05 Oct 2026 15:34 2 menit baca

EBuzz - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis sebanyak tujuh perusahaan berada dalam pipeline penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, merincikan bahwa antrean IPO tersebut didominasi oleh calon emiten dari sektor kesehatan, energi, dan industri.

"Sektor kesehatan menjadi porsi terbesar dengan empat perusahaan, disusul dua perusahaan sektor energi, dan satu perusahaan sektor industry," ungkap Saidu dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Saidu menambahkan, berdasarkan klasifikasi aset merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017, komposisi tujuh calon emiten tersebut meliputi, dua perusahaan memiliki aset kurang dari Rp50 miliar, kemudian tiga perusahaan memiliki aset sebesar Rp50 miliar.

"Dan, ada dua perusahaan yang memiliki asset diatas Rp250 miliar," singkatnya.

Penggalangan Dana di Pasar Modal

Lebih lanjut Saidu menjelaskan, sepanjang tahun hingga 2 Oktober 2026, BEI telah mencatatkan tujuh perusahaan yang melangsungkan IPO dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

"Capaian ini menambah jumlah perusahaan tercatat di bursa menjadi 963 perusahaan. BEI menargetkan angka tersebut dapat menembus 1.100 perusahaan tercatat pada tahun 2030," jelas Saidu.

Selain pasar saham, BEI juga mencatatkan penghimpunan dana melalui Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) sebesar Rp132,98 triliun dari 135 emisi yang diterbitkan oleh 62 penerbit. Saat ini, masih terdapat 24 emisi dari 17 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline penerbitan.

Baca Juga : Ada 7 Calon Emiten di Pipeline IPO, OJK Ungkap Potensi Dana Rp4,02 Triliun

Sementara pada aksi korporasi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue), sebanyak 15 perusahaan telah merampungkan eksekusi dengan total nilai Rp16,23 triliun. Dalam antrean rights issue mendatang, tersisa satu perusahaan yang berasal dari sektor properti.

Topik terkait
IPO Initial Public Offering Tujuh Perusahaan IPO BEI