WIKA Obral Aset Senilai Rp5,5 Triliun untuk Bayar Utang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat struktur keuangan dengan menargetkan divestasi sejumlah aset senilai kurang lebih Rp5,5 triliun.
EBuzz - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat struktur keuangan dengan menargetkan divestasi sejumlah aset senilai kurang lebih Rp5,5 triliun.
Langkah penataan portofolio ini dirancang oleh manajemen secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun, terhitung mulai 2026 hingga 2028.
Direktur Keuangan WIKA, Mulyadi, menyampaikan bahwa skema pelepasan aset tersebut menjadi poin krusial dalam usulan penataan ulang kewajiban finansial perseroan kepada para kreditur.
"Secara keseluruhan jumlah divestasi WIKA adalah Rp 5,5 sekian triliun yang terjadi di 2026, 2027 dan tahun 2028. Dan ini adalah bagian dari restrukturisasi keuangan WIKA yang kami usulkan ke pihak perbankan dan pemegang obligasi," ujar Mulyadi dalam pemaparan publik (public exposure) secara virtual, Kamis (1/10/2026). (2/10).
Menurut Mulyadi, fokus utama perseroan dalam rangka pemindahtanganan aset ini ditujukan untuk memangkas kewajiban pinjaman perseroan.
WIKA Lepas Sejumlah Aset
Sementara itu Direktur Utama WIKA, I Ketut Pasek Senjaya Putra, menjelaskan bahwa rencana divestasi mencakup kepemilikan mayoritas maupun minoritas pada beberapa infrastruktur jalan tol, lini bisnis pengelolaan air, hingga aset di sektor energi.
"Keuntungan daripada divestasi ini tentunya akan kami lakukan untuk membayar pelunasan utang," kata Pasek.
Pasek menegaskan, langkah restrukturisasi yang dijalankan emiten konstruksi BUMN ini mulai mencatatkan penurunan beban pinjaman.
"Total utang perseroan terpantau melandai sebesar Rp2,15 triliun dalam rentang periode kuartal II-2025 hingga kuartal II-2026," tegasnya.
Sejak dimulainya restrukturisasi tahap I pada Februari 2024, WIKA telah menyalurkan pembayaran kewajiban sebesar Rp4,17 triliun kepada bank dan pemegang surat utang, di mana Rp915,83 miliar di antaranya dituntaskan sepanjang kuartal II-2025 sampai kuartal II-2026.
Baca Juga : Garap 71 Proyek, WIKA Kantongi Kontrak Rp40,25 Triliun
Selain itu, pembayaran utang usaha kepada mitra kerja tercatat mencapai Rp5,02 triliun sejak awal restrukturisasi, mengurangi sisa utang usaha perseroan menjadi Rp4,32 triliun.