economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Topang Recurring Income, Jababeka (KIJA) Pacu Bisnis Infrastruktur & KEK

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) memperkokoh strategi pertumbuhan jangka panjangnya melalui penguatan pilar bisnis infrastruktur penyeimbang (recurring income) serta akselerasi pengembangan kawasan industri dan properti.

Oleh Praditya 26 Oct 2026 16:25 3 menit baca

EBuzz - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) memperkokoh strategi pertumbuhan jangka panjangnya melalui penguatan pilar bisnis infrastruktur penyeimbang (recurring income) serta akselerasi pengembangan kawasan industri dan properti.

 

Di saat yang sama, perseroan tengah aktif menjajaki berbagai potensi kemitraan strategis guna mengoptimalkan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dan KEK Morotai.

Direktur Jababeka, Hyanto Wihadhi, memaparkan arah kebijakan strategis tersebut seusai menghadiri Rapat Kerja Nasional KEK Triwulan III 2026 di Jakarta pada 21 Oktober 2026.

Menurutnya, parameter daya saing suatu kawasan industri saat ini tidak lagi sebatas bertumpu pada penjualan lahan belaka, melainkan pada keandalan infrastruktur, kontinuitas layanan usaha, hingga penciptaan ekosistem pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

"Semester I-2026, pilar bisnis infrastruktur Jababeka mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 15 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pilar ini memberikan kontribusi dominan sebesar 57 persen terhadap total pendapatan konsolidasian perseroan, mempertegas peran vital pendapatan berulang dalam menjaga stabilitas bisnis KIJA," jelas Hyanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/10/2026).

KEK Kendal Jadi Penopang

Menurut Hyanto, mlalui entitas usahanya, PT Jababeka Infrastruktur, perseroan memperkuat portofolio layanan energi dan ketenagalistrikan, penyediaan air bersih, pengolahan air limbah, pengelolaan kawasan terpadu, hingga penyediaan fasilitas logistik. Selain meningkatkan mutu layanan bagi para pelaku industri di kawasan Cikarang, Jababeka secara berkelanjutan mengevaluasi berbagai peluang untuk memperluas jangkauan operasional bisnisnya.

Dalam mengejar ekspansi bisnis, perseroan membuka peluang kerja sama strategis, skema merger, maupun akuisisi secara selektif. "Setiap peluang bisnis akan dikaji mendalam berdasarkan kelayakan ekonomi, proyeksi arus kas, manajemen risiko, serta pemenuhan ketentuan regulasi yang berlaku," tegasnya.

 

Di sektor kawasan industri, KEK Kendal yang dikembangkan secara kolaboratif bersama Sembcorp Development asal Singapura tetap menjadi kontributor utama pendorong penjualan pemasaran perseroan. Pada semester I-2026, KEK Kendal menyumbang sekitar 71% dari total pencapaian marketing sales Jababeka yang berhasil menembus angka Rp1,19 triliun.

"Jababeka terus mengupayakan pengembangan tahap berikutnya di KEK Kendal dengan memperhitungkan secara cermat kebutuhan para investor, kesiapan infrastruktur pendukung, serta kelancaran proses perizinan. Pengikatan fokus pada kawasan ini menjadi salah satu prioritas utama perseroan dalam memperkokoh kinerja keuangan," papar Hyanto.

Baca Juga : BEI Pantau Ketat 4 Saham Ini

 

Sementara itu, pada pengembangan KEK Tanjung Lesung di Banten, Jababeka melalui entitas PT Banten West Java Tourism Development (BWJ) sedang mengeksplorasi potensi investasi di sektor pariwisata dan ekonomi maritim. Perseroan tengah menjajaki kemitraan dengan mitra strategis di Fuzhou, Tiongkok, melalui konsep Two Countries, Twin Parks yang mencakup integrasi sektor pariwisata, pendidikan, industri perikanan, serta sektor pendukungnya.

Pengembangan destinasi wisata bahari, termasuk kajian pembangunan fasilitas marina, menjadi salah satu agenda peluang bisnis yang terus diuji kelayakannya. Sebelumnya, KEK Tanjung Lesung menjadi bagian dari delegasi proyek investasi Indonesia yang diperkenalkan kepada calon investor global dalam kegiatan promosi wisata bahari di Monako pada September 2026 yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata.

Adapun di KEK Morotai, Maluku Utara, perseroan melalui PT Jababeka Morotai menjajaki kemitraan bersama pihak di Hainan, Tiongkok, melalui skema Twin Island. Fokus potensi kerja sama yang dijajaki meliputi penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, pariwisata, kegiatan industri meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE), hingga pembangunan pusat logistik regional untuk kawasan Indonesia Timur.

"Jababeka tidak hanya ingin memperbesar kontribusi Kawasan Industri Kendal, tetapi juga mendorong pengembangan KEK Tanjung Lesung dan KEK Morotai," pungkasnya.

Baca Juga : Jababeka (KIJA) Pasang Target Marketing Sales Rp3,75 Triliun di 2026

Jababeka menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengeskalasi daya saing kawasan, mempercepat proses perizinan, serta memicu pembukaan lapangan kerja baru. Perseroan mengeksekusi pengembangan tiap kawasannya disesuaikan dengan karakteristik spesifik, prioritas investasi, dan tingkat kematangan kawasan masing-masing.
Topik terkait
Bisnis Properti Recurring Income PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. KIJA