economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Respons Pengumuman MSCI, BEI Ungkap Fakta Standalone Market

Direktur Pengembangan Perusahaan BEI, Iding Pardi, menjelaskan bahwa terdapat kekeliruan persepsi di kalangan publik mengenai hierarki status standalone market dalam metodologi MSCI.

Oleh Praditya 16 Oct 2026 12:15 2 menit baca

EBuzz - Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara terkait pengumuman konsultasi lembaga penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai potensi perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia menjadi standalone market.

BEI menegaskan komitmennya untuk menanggapi serius setiap masukan dan concern yang disampaikan oleh pihak MSCI. Bursa berencana segera membuka komunikasi langsung untuk mendalami latar belakang serta pertimbangan yang mendasari pembukaan konsultasi tersebut.

Direktur Pengembangan Perusahaan BEI, Iding Pardi, menjelaskan bahwa terdapat kekeliruan persepsi di kalangan publik mengenai hierarki status standalone market dalam metodologi MSCI.

"Perlu diketahui oleh teman-teman bahwa klasifikasi MSCI standalone market itu bukan klasifikasi terendah. Itu adalah klasifikasi khusus kalau memang market itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Jadi bukan berarti terendah, bukan berarti advance, kemudian emerging, kemudian frontier, kemudian standalone," jelas Iding dalam Konfrensi Pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga : MSCI Usul Pangkas Status Indonesia Dua Tingkat

Ia menambahkan bahwa, status standalone umumnya diterapkan pada pasar yang memerlukan pengawasan atau pemantauan lebih jauh. Meski demikian, otoritas bursa juga menekankan bahwa usulan MSCI tersebut saat ini masih berada dalam taraf konsultasi awal dan belum menjadi keputusan final.

"Tapi belum ditetapkan karena kan proposalnya itu konsultasinya itu hingga April kalau nggak salah, 2027 dan penentuannya nanti di Juni 2027. Jadi kami dengan waktu yang tersedia ini tentunya akan berupaya semaksimal mungkin melengkapi apa-apa yang masih kurang menurut sebagian investor global terkait dengan reformasi yang kami lakukan," paparnya.

Efektivitas Reformasi Pasar Modal

Dalam proses komunikasi ke depan, BEI berfokus untuk memperkuat serta melengkapi berbagai bukti (evidence) yang menunjukkan efektivitas langkah reformasi yang telah dijalankan, khususnya terhadap perilaku pasar (market behavior) dan kemudahan akses informasi bagi investor.

Sehingga, mereka bisa berinvestasi atau memutuskan investasinya dengan lebih terbuka, lebih mendapatkan dengan data yang lebih proper lagi.

"Jadi dari komunikasi kami antara lain misalnya bagaimana kami akan memperkuat, memperkaya evidence-evidence atau bukti-bukti bahwa apa yang kami lakukan itu efektif terhadap market behavior, terhadap investor untuk mendapatkan informasi yang lebih transparent," kata Iding.

Di sisi lain, bursa menegaskan bahwa kondisi fundamental pasar modal Indonesia tetap terjaga dalam kondisi baik. Hal ini tercermin dari pertumbuhan likuiditas transaksi, kenaikan jumlah investor, serta kinerja fundamental para emiten yang secara umum mencatatkan pertumbuhan positif.

Baca Juga : Respons OJK Soal Status Pasar Saham RI Terancam Turun Kasta

BEI menegaskan catatan dari MSCI lebih berfokus pada aspek peningkatan kualitas tata kelola, transparansi, integritas, dan keterjangkauan investasi pasar modal nasional secara berkelanjutan.

Topik terkait
Standalone Market Metodologi MSCI MSCI BEI Iding Pardi