Pendapatan PADA Melonjak 81,6%, Tembus Rp916 Miliar di Semester I
PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) merilis kinerja laporan keuangan semester I-2026 dengan membukukan lonjakan pendapatan sebesar 81,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp916,0 miliar.
EBuzz - PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) merilis kinerja laporan keuangan semester I-2026 dengan membukukan lonjakan pendapatan sebesar 81,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp916,0 miliar, dibandingkan posisi semester I-2025 senilai Rp504,4 miliar.
Lonjakan skala bisnis perusahaan penyedia jasa tenaga alih daya (outsourcing) ini ditopang oleh kontribusi lini Courier Services, proyek Fiber to the Home (FTTH) dan PMO, Technical Services, serta jasa Call Center.
Direktur Utama PADA, Cahyanul Uswah, menjelaskan bahwa lini Courier Services menjadi kontributor pendapatan terbesar, disusul oleh ekspansi pada lini Technical Services.
"Bisnis Technical Services terus dikembangkan melalui proyek Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA) yang terdiri dari layanan sales, tenaga teknisi instalasi Starlite dan aktivasi IRA (Internet Rakyat), penyediaan tenaga agent Call Center, serta tenaga teknisi untuk pembangunan infrastruktur dan maintenance jaringan FTTH, FWA, serta telekomunikasi," ujar Cahyanul Uswah dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Kinerja Keuangan PADA
Cahyanul mengungkapkan, seiring kenaikan volume bisnis dan bertambahnya jumlah tenaga kerja yang dikelola, beban pokok pendapatan PADA turut terkerek 81,9% YoY menjadi Rp882,0 miliar dari Rp484,8 miliar.
Kondisi tersebut mendorong laba kotor Perseroan naik 73,6% YoY menjadi Rp34,0 miliar pada semester I-2026, meski marjin laba kotor (gross margin) sedikit terkoreksi dari 3,9% menjadi 3,7%.
"Perseroan menyatakan bakal terus melakukan efisiensi dan optimalisasi beban pokok agar kenaikan volume bisnis ke depan dapat memberikan kontribusi marjin yang lebih optimal," ungkapnya.
Dari sisi operasional, beban usaha PADA hanya tumbuh 41,1% YoY, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan yang mencapai 81,6% YoY, yang mengindikasikan adanya efisiensi pendorong efisiensi beban operasional (operating leverage). Biaya gaji dan tunjangan tercatat naik 34,4% YoY dari Rp7,6 miliar menjadi Rp10,3 miliar.
Hasil efisiensi operasional tersebut membuat laba sebelum pajak PADA melonjak 452,7% YoY menjadi Rp3,2 miliar dari sebelumnya Rp577,4 juta.
Baca Juga : Siapkan Rp56,70 Miliar dari Kas Internal, INET Gelar Tender Offer Saham PADA
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan, PADA mencatatkan peningkatan laba bersih lebih dari 13 kali lipat atau melonjak 1.239,4% YoY menjadi Rp1,8 miliar, naik drastis dari posisi semester I-2025 yang tercatat sebesar Rp135,2 juta.