Pefindo Pertahankan Peringkat Petrosea di idA+, Prospek Stabil
EBuzz - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat PT Petrosea Tbk (PTRO) di level idA+ dengan prospek atau outlook stabil. Lembaga pemeringkat ini turut mempertahankan peringkat yang sama untuk Obligasi Berkelanjutan I Petrosea, sementara Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Petrosea memperoleh peringkat idA+(sy).
Posisi Bisnis Kuat Topang Peringkat, Tantangan Industri Tetap Membayangi
Analis Pefindo, Ayuningtyas Nur, menjelaskan dalam riset yang dirilis 22 September 2026 bahwa peringkat tersebut mencerminkan posisi bisnis Petrosea yang kuat. Perseroan didukung layanan terintegrasi serta profil keuangan yang solid. Pefindo menetapkan peringkat ini berlaku untuk periode 18 September 2026 hingga 1 September 2027.
Pefindo tetap mengidentifikasi sejumlah tantangan yang membayangi profil kredit Petrosea. Persaingan ketat di industri kontraktor pertambangan menjadi salah satu risiko utama, ditambah paparan perseroan terhadap fluktuasi harga komoditas serta risiko lingkungan yang melekat pada kegiatan usahanya. Petrosea sendiri menjalankan bisnis kontrak pertambangan, konstruksi dan teknik, serta layanan logistik dan dukungan untuk sektor pertambangan, minyak dan gas, hingga infrastruktur.
Diversifikasi Usaha Jadi Kunci Potensi Kenaikan Peringkat
Pefindo memetakan sejumlah faktor yang dapat mendorong kenaikan peringkat Petrosea ke depan. Perseroan berpeluang memperkuat posisi bisnis melalui diversifikasi usaha yang signifikan, terutama dengan meningkatkan kontribusi pendapatan dari luar sektor pertambangan dan batu bara.
Pefindo turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas backlog kontrak jangka panjang dengan dukungan profil rekanan yang kuat. Selain itu, kemampuan Petrosea mempertahankan tingkat utang rendah secara berkelanjutan turut menjadi pertimbangan penting dalam potensi kenaikan peringkat.
Di sisi lain, Pefindo dapat menurunkan peringkat Petrosea apabila pendapatan atau EBITDA perseroan anjlok jauh di bawah target. Risiko penurunan peringkat juga muncul jika Petrosea menarik utang lebih tinggi dari proyeksi tanpa diimbangi pertumbuhan EBITDA yang memadai, sehingga berpotensi memperburuk profil keuangan perusahaan. Penurunan volume penjualan signifikan dari pelanggan utama turut menjadi faktor yang dapat menekan peringkat perseroan.
Kinerja Keuangan Semester I 2026 Jadi Basis Penilaian
Pefindo mendasarkan penilaiannya pada laporan keuangan audit Petrosea per Juni 2026. Perseroan membukukan total aset yang disesuaikan sebesar US$1,465 miliar, dengan total utang mencapai US$831,6 juta dan ekuitas sebesar US$258,8 juta.
Petrosea mencatatkan pendapatan sebesar US$544 juta pada periode tersebut, dengan EBITDA mencapai US$101,2 juta atau setara margin EBITDA sebesar 18,6%. Perseroan membukukan laba bersih setelah memperhitungkan kepentingan nonpengendali sebesar US$10,8 juta.
Dari sisi struktur keuangan, rasio utang terdiskonto terhadap EBITDA Petrosea berada di level 4,1 kali. Rasio utang terhadap ekuitas mencapai 3,2 kali, sementara rasio EBITDA terhadap beban bunga dan keuangan atau interest and financing charges coverage (IFCCI) berada di level 3 kali, mengindikasikan kapasitas perseroan yang masih memadai dalam menutupi beban bunga.
Baca Juga Pemegang Saham Fore Kopi Borong Saham Rp1,7 Miliar di Tengah Sinyal Dividen Tertunda
Grup Barito Kuasai Mayoritas Saham Petrosea
Struktur kepemilikan Petrosea per 30 Juni 2026 menempatkan PT Kreasi Jaya Persada (KJP) sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 45,328%. KJP berada di bawah kendali Grup Barito, dengan Prajogo Pangestu sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner.
PT Caraka Reksa Optima (CARA) menguasai 24,449% saham Petrosea, sementara publik memegang 30,067% saham perseroan. Sisa kepemilikan tersebar pada perorangan dan jajaran manajemen, termasuk Erwin Ciputra dengan 0,116%, Michael sebesar 0,021%, Kartika Hendrawan 0,019%, dan Meinar Kusumastuti dengan kepemilikan nihil.
Pefindo mempertahankan peringkat idA+ ini sejak pertama kali disematkan pada September 2024, menandakan konsistensi profil kredit Petrosea di mata lembaga pemeringkat selama lebih dari dua tahun terakhir.