economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

OJK Ungkap Skenario IHSG Ambles ke 5.000 Sudah Dihitung Sejak Awal Tahun

Otoritas Jasa Keuangan mengungkapkan telah memperkirakan potensi koreksi Indeks Harga Saham Gabungan hingga mencapai kisaran level 5.000 sejak Februari 2026.

Oleh Praditya 09 Oct 2026 15:52 2 menit baca

EBuzz - Otoritas Jasa Keuangan mengungkapkan telah memperkirakan potensi koreksi Indeks Harga Saham Gabungan hingga mencapai kisaran level 5.000 sejak Februari 2026.

Penurunan indeks tersebut diproyeksikan sebagai konsekuensi atas pendorongan agenda reformasi struktural pasar modal yang dirancang guna memperkuat integritas serta transparansi pasar secara berkesinambungan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa tekanan pasar jangka pendek telah kalkulasikan sejak awal implementasi kebijakan reformasi, sebelum akhirnya diperberat oleh eskalasi dinamika ekonomi global dan kondisi geopolitik internasional.

"Tentu pada saat itu tidak bisa kita bocorkan bahwa akan turun sampai ke 5.000 an. Tapi angka 5.000 an itu sudah menjadi pembicaraan di meja kami sejak Februari 2026," ujar Hasan dalam forum BIG Market Insight 2026 di Jakarta pada Kamis (8/10/2026). (9/10).

Reformasi Pasar Modal RI

Hasan menilai, selain dampak dari pembenahan internal pasar modal, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan turut dipengaruhi oleh penyesuaian prospek ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional Moody's dan Fitch Ratings, serta ketegangan geopolitik yang memicu kenaikan harga komoditas, inflasi, dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

"Sayangnya, tidak dalam waktu lama, ada urusan Moody's, Fitch yang kemudian outlook terhadap ekonomi kita dibuat satu notch lebih rendah. Kemudian Mr. Trump dengan segala kebijakannya menghadirkan peningkatan tensi geopolitik," jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, Otoritas Jasa Keuangan menegaskan komitmennya untuk tidak menyurutkan langkah pembenahan struktural meskipun indeks saham domestik berada di bawah tekanan penyesuaian.

"Kami tentu berkomitmen khusus untuk isu terkait pasar modal, rasanya boleh dipegang, kami tidak akan surut untuk terus mendorong tingkat maturity dan integritas pasar kita semakin baik ke depannya," tegas Hasan.

Menurutnya, rekor tertinggi Indeks Harga Saham Gabungan pada awal tahun tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental yang ideal.

Baca Juga : OJK Ungkap Potensi Danantara Jadi Pemegang Saham BEI

Pembenahan jangka pendek dinilai krusial guna membangun fondasi ekosistem keuangan yang lebih kredibel, transparan, dan berdaya tahan tinggi terhadap guncangan eksternal di masa depan.

Topik terkait
OJK Saham IHSG Pergerakan IHSG