Kantongi Rating AAA(idn) Fitch, Protelindo Terbitkan Obligasi Rp741,05 Miliar
PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Protelindo Tahap II Tahun 2026 dengan jumlah pokok mencapai Rp741,05 miliar.
EBuzz - Emiten penyedia menara telekomunikasi, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Protelindo Tahap II Tahun 2026 dengan jumlah pokok mencapai Rp741,05 miliar.
Berdasarkan prospectus perseroan, penerbitan obligasi ini terbagi ke dalam dua seri instrumen dengan tingkat imbal hasil (coupon) serta jangka waktu tenor yang bervariasi, yakni Seri A dan Seri B.
Untuk Seri A, perseroan menawarkan jumlah pokok emisi sebesar Rp602,85 miliar dengan kupon atau tingkat bunga sebesar 7,55% per tahun dan jangka waktu tenor selama tiga tahun.
Sementara itu, untuk Seri B diterbitkan dengan jumlah pokok emisi sebesar Rp138,20 miliar yang menawarkan tingkat bunga 7,65% per tahun dan berjangka waktu tenor selama lima tahun.
Rating Triple A
Lembaga pemeringkat PT Fitch Ratings Indonesia telah menganugerahkan peringkat AAA(idn) (Triple A) untuk instrumen obligasi yang diterbitkan oleh Protelindo tersebut.
"Masa penawaran umum obligasi dilakukan pada tanggal 14 hingga 15 Oktober 2026, diikuti dengan tanggal penjatahan pada 16 Oktober 2026, dan pencatatan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 21 Oktober 2026," demikian bunyi keterangan tertulis dalam prospektus perseroan, Rabu (14/10/2026). (15/10).
Dalam penawaran umum instrumen surat utang ini, Protelindo menunjuk sejumlah penjamin pelaksana emisi obligasi, yang terdiri dari PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, serta PT Mandiri Sekuritas. Sementara itu, fungsi wali amanat penerbitan obligasi ini dipercayakan kepada PT Bank Permata Tbk.
Baca Juga : Protelindo Kantongi 10,86% Saham Bakrie Telecom (BTEL)
Berdasarkan jadwal indikatif perseroan, aktivitas penawaran umum berlangsung selama dua hari pada 14–15 Oktober 2026. Tahapan dilanjutkan dengan proses penjatahan pada 16 Oktober 2026, serta pengembalian uang pemesanan dan pendistribusian obligasi secara elektronik pada 20 Oktober 2026, sebelum secara resmi dicatatkan dan diperdagangkan di BEI pada 21 Oktober 2026.