Gelar Rights Issue, DMS Propertindo (KOTA) Bidik Dana Rp4,4 Triliun
Rencana pelaksanaan PMHMETD I dan transaksi pengambilalihan ADI serta MGP terlebih dahulu akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 6 Oktober 2026.
EBuzz PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) akan melakukan aksi korporasi penambahan modal denganmemberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Berdasarkan prospektus ringkas perseroan, KOTA akan menerbitkan sebanyak -banyaknya 100 miliar saham baru Seri B. Jumlah tersebut setara dengan maksimal 90,46% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah pelaksanaan PMHMETD I.
Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp25 per saham dan akan memiliki hak yang sama dengan saham perseroan lainnya yang telah diterbitkan.
Direktur Utama KOTA, Mohamad Prapanca, menjelaskan bahwa, dari aksi rights issue tersebut, perseroan menargetkan dana sekitar Rp4,4 triliun. Adapun, pelaksanaan PMHMETD I tidak akan menyebabkan perubahan pengendali perseroan. Aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan paling lambat 12 bulan sejak tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
"Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pengambilalihan dua perusahaan, yakni PT Art Design Indonesia (ADI) dan PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP)," jelas Prapanca dalam keterbukaan informasi, Jumat (28/8/2026). (31/8).
Akuisisi Dua Perusahaan
Prapanca menambahkan, dalam rencana tersebut, pengambilalihan ADI akan memberikan KOTA akses terhadap lahan sekitar 23 hektare di Surabaya. Sementara itu, pengambilalihan MGP akan memberikan penguasaan atas lahan sekitar 548 hektare di Maja.
"Secara keseluruhan, rencana pengambilalihan kedua perusahaan tersebut akan menambah penguasaan land bank KOTA sekitar 571 hektare," imbuhnya.
Menurutnya, untuk pengambilalihan ADI, KOTA akan membeli sebanyak 1.206.272 saham mlik PT Michel Energi (ME), yang mewakili 99,99% kepemilikan saham ADI. Nilai transaksi pengambilalihan tersebut mencapai Rp1,2 triliun.
Sementara itu, pengambilalihan MGP dilakukan melalui pembelian 6.413.296 saham milik ME atau setara dengan 99,99% saham MGP. Nilai transaksi untuk pengambilalihan tersebut mencapai Rp3,2 triliun.
"Rencana pengambilalihan ADI dan MGP merupakan langkah strategis untuk memperkuat basis aset sekaligus memperluas pijakan bisnis Perseroan melalui penguasaan land bank strategis," papar Prapanca.
Lebih lanjut Prapanca menambahkan, adapun sisa dana hasil rights issue akan digunakan perseroan untuk modal kerja dan kegiatan operasional serta pengembangan usaha.
Baca Juga : Volatilitas Tinggi, Bursa Soroti Transaksi Saham SDMU, KOTA, dan TOOL
Rencana pelaksanaan PMHMETD I dan transaksi pengambilalihan ADI serta MGP terlebih dahulu akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 6 Oktober 2026.