Garap Proyek Tol Hingga Kampus, WSBP Raup Pendapatan Rp1,08 Triliun
Hingga Q3-2026, perseroan mencatatkan perolehan pendapatan usaha sebesar Rp1,08 triliun. Pendapatan usaha perseroan disumbang oleh kontribusi dari tiga lini bisnis utama.
EBuzz - PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) terus menjaga keberlangsungan operasional di tengah tantangan industri konstruksi nasional melalui pengelolaan lini bisnis dan pengendalian biaya secara berkelanjutan.
Hingga Q3-2026, perseroan mencatatkan perolehan pendapatan usaha sebesar Rp1,08 triliun. Pendapatan usaha perseroan disumbang oleh kontribusi dari tiga lini bisnis utama, yaitu beton precast menyumbang 38,8% atau sebesar Rp418,92 miliar.
Kemudian, jasa konstruksi menyumbang 36,1% atau sebesar Rp389,16 miiar, dan readymix & quarry menyumbang Rp269,52 miliar atau 25%.
Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast, Fandy Dewanto, menegaskan bahwa sejumlah proyek strategis yang dikerjakan oleh perseroan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain suplai produk beton untuk Proyek New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi 2, Proyek Tangguh UCC Onshore, Proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A Tahap 3 Paket 1 dan 2, serta Proyek Jalan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung.
"Selain proyek infrastruktur jalan dan maritim, perseroan juga tengah menyelesaikan pembangunan fisik untuk Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana dan Pembangunan Laboratorium Terpadu Universitas Khairun," jelas Fandy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2026).
Menurut Fandy, dalam pelaksanaannya, perseroan menegaskan komitmen untuk mengedepankan kualitas produk, ketepatan waktu pelaksanaan, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Efisiensi Biaya Operasional
Fandy menambahkan, di sisi efisiensi, perseroan terus melakukan pengendalian beban dan biaya untuk menjaga efektivitas pengelolaan usaha. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/YoY), biaya penjualan tercatat mengalami penurunan sebesar Rp64,38 miliar atau 9,8%.
Sementara itu, biaya umum dan administrasi juga berhasil ditekan sebesar Rp237,79 miliar atau menurun 13,1%. Biaya non-contributing plant turut mengalami penurunan signifikan sebesar Rp6,57 miliar atau setara 65,6%.
Baca Juga : WSBP Garap Gedung Poltera Madura, Progres Capai 92 Persen
"Dalam menjalankan kegiatan usaha, kami terus mencermati kebutuhan operasional dan penggunaan sumber daya agar setiap langkah yang diambil selaras dengan kondisi perusahaan. Fokus kami adalah memastikan pekerjaan yang berjalan dapat ditangani dengan baik, sekaligus menjaga efektivitas pengelolaan biaya sebagai bagian dari upaya memperkuat usaha ke depan," tambah Fandy.