Fokus ke Bisnis Tambang, Belanja Modal Astra (ASII) Tembus Rp17 Triliun di Semester I
PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp17 triliun hingga semester I-2026.
EBuzz - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp17 triliun hingga semester I-2026.
Head of Corporate Investor Relations Astra International, Tira Ardianti, menyampaikan bahwa penyerapan tersebut setara dengan 42 persen dari total alokasi belanja modal perseroan yang dianggarkan sebesar Rp36 triliun sepanjang tahun 2026.
"Jadi benar sekali bahwa realisasi capex Astra Internasional di semester pertama ini sudah mencapai sekitar Rp17 triliun dari total rencana capex sekitar Rp36 triliun," ujar Tira dalam acara Astra Media Day 2026 di Menara Astra, Jakarta, Rabu (23/9/2026). (24/9).
Baca Juga : ASII Ajukan Pengalihan 100 Juta Saham Treasury untuk Program MSOP Manajemen
Tira menjelaskan bahwa porsi terbesar dari realisasi belanja modal tersebut dialokasikan untuk aksi akuisisi di sektor pertambangan, salah satunya akuisisi tambang emas Arafura Surya Alam melalui anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR).
"Sementara sisanya merupakan capex rutin, yang terutama juga digunakan untuk pembelian alat berat dari bisnis kontraktor pertambangan di Grup United Tractors," ungkapnya.
Sisa Belanja Modal ASII
Lebih lanjut Tira menambahkan, untuk sisa anggaran belanja modal di paruh kedua tahun 2026, manajemen menegaskan akan menerapkan alokasi yang lebih terukur guna menopang ekspansi bisnis.
"Untuk ke depannya, sisa belanja modal kami tentunya akan kami alokasikan untuk belanja modal yang lebih disiplin. Pastinya akan kami alokasikan untuk belanja modal yang mendukung pertumbuhan bisnis ke depannya," lanjut Tira.
Pihaknya juga menambahkan bahwa perseroan secara berkala mengevaluasi penggunaan capex demi menjaga efisiensi dan efektivitas investasi.
"Belanja modal ini dari waktu ke waktu terus kami evaluasi dan kami pastikan bahwa belanja modal itu juga harus mendukung produktivitas bisnis ke depannya," jelas Tira.
Secara kinerja keuangan, ASII membukukan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp157,9 triliun pada semester I-2026, terkoreksi 3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Baca Juga : Laba Bersih Astra (ASII) Ambles Sepanjang Semester I-2026
Sementara itu, laba bersih grup—di luar pos non-recurring items—tercatat sebesar Rp14,9 triliun, atau mengalami penurunan 7 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.