economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Danantara Incar Bisnis Kendaraan Listrik VKTR, Potensi Pendanaan Rp2 Triliun

PT Danantara Investment Management (Persero) (DIM), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menandatangani non-binding term sheet sebagai kerangka awal untuk menjajaki kolaborasi investasi strategis dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik komersial di Indonesia.

Oleh Praditya 02 Sep 2026 10:13 3 menit baca

EBuzz - PT Danantara Investment Management (Persero) (DIM), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menandatangani non-binding term sheet sebagai kerangka awal untuk menjajaki kolaborasi investasi strategis dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik komersial di Indonesia.

Kolaborasi DIM, VKTR, dan BNBR juga mencakup pengembangan rantai nilai industri baterai nasional serta dukungan terhadap agenda hilirisasi mineral kritikal Indonesia.

Berdasarkan indikasi awal dalam term sheet, potensi pendanaan kepada VKTR memiliki jumlah pokok indikatif sebanyak-banyaknya Rp2 triliun. Pendanaan tersebut direncanakan memiliki hak opsi konversi, dengan ketentuan lebih lanjut yang akan dituangkan dalam dokumen definitif.

Baca Juga : Danantara Merger 4 Manajer Investasi BUMN, Mandiri Investasi Jadi Surviving Entity

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari investasi pada elektrifikasi mobilitas komersial dan transisi energi.

"Investasi pada elektrifikasi mobilitas komersial merupakan investasi pada transisi energi jangka panjang yang dapat membawa dampak positif pada percepatan adopsi kendaraan listrik nasional. Selaras dengan prioritas Pemerintah Indonesia, kami melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengurangi emisi, memperkuat industri nasional, mendorong hilirisasi, dan membangun fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan," ujar Pandu, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (2/9/2026).

Pandu menegaskan, non-binding term sheet yang telah ditandatangani masih menjadi kerangka awal dan belum merupakan perjanjian investasi definitif.

"Non-binding term sheet yang ditandatangani merupakan kerangka awal. Proses uji tuntas yang komprehensif akan dilakukan untuk memastikan transaksi dapat memberikan nilai komersial yang baik dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia," tambahnya.

Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Lebih lanjut Pandu menambahkan, melalui kolaborasi tersebut, DIM dan VKTR akan menjajaki pengembangan ekosistem mobility as a service (MaaS), khususnya untuk kendaraan komersial seperti bus dan truk listrik.

"Model tersebut diarahkan untuk mendukung adopsi kendaraan listrik komersial dengan memperluas akses pembiayaan dan memfasilitasi transisi operator armada menuju kendaraan listrik, termasuk operator bus listrik di berbagai daerah di Indonesia," jelas Pandu.

Sementara itu, Chief Executive Officer VKTR Anindra Ardiansyah Bakrie mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan VKTR. Menurutnya, term sheet tersebut masih bersifat non-binding atau tidak mengikat. Realisasi potensi investasi masih bergantung pada hasil uji tuntas dan penyusunan serta penandatanganan perjanjian definitif antara para pihak.

"Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan, yang bukan hanya merepresentasikan kolaborasi strategis, tetapi juga amanah untuk membawa VKTR memasuki fase pertumbuhan berikutnya. Bersama-sama, kami ingin turut membentuk masa depan mobilitas Indonesia agar menjadi lebih maju, berkelanjutan, dan mandiri," ujar Ardi Bakrie.

Ardi Bakrie menambahkan, VKTR berencana menggunakan potensi pendanaan tersebut antara lain untuk membiayai pengadaan bus listrik dan/atau truk listrik. Penggunaan dana lainnya akan ditentukan dan disepakati oleh para pihak dalam dokumen definitif.

Baca Juga : Ekspansi Bisnis EV, Emiten Bakrie Grup (VKTR) Siap Tambah Modal Lewat Right Issue

Dengan demikian, nilai hingga Rp2 triliun tersebut merupakan jumlah pokok indikatif maksimum berdasarkan term sheet dan belum dapat dikategorikan sebagai dana yang telah diterima VKTR.
Topik terkait
Danantara Investment Management VKTR BNBR Ekosistem Kendaraan Listrik